PEKANBARU –
**Borneonews - Pekanbaru**, Tim Percepatan Penanganan Stunting (TPPS) Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, memiliki ambisi untuk menurunkan angka prevalensi stunting di wilayah tersebut hingga mencapai 8,2 persen. Target ini mencerminkan penurunan sekitar 0,5 persen dari angka sebelumnya yang berada pada kisaran 8,7 persen. Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Disdalduk) KB Pekanbaru, Muhammad Amin, mengungkapkan bahwa pihaknya berupaya agar prevalensi stunting mengalami penurunan yang signifikan pada tahun mendatang. Menurut prediksinya, penurunan tersebut diperkirakan mencapai 0,5 persen. Dalam waktu dekat, Pemerintah Kota Pekanbaru akan melakukan Studi Status Gizi Indonesia (*SSGI*) untuk mendapatkan gambaran akurat mengenai prevalensi stunting di daerah tersebut. Amin juga menambahkan bahwa angka prevalensi stunting di Pekanbaru saat ini sudah jauh lebih rendah dibandingkan dengan target nasional yang ditetapkan sebesar 14 persen. Meskipun angka prevalensi stunting sudah menunjukkan perkembangan yang positif, pihaknya tetap berkomitmen untuk menjaga tren penurunan ini setiap bulannya. "Oleh karena itu, kami melakukan pembinaan secara menyeluruh dari hulu ke hilir untuk memastikan program ini berjalan lebih efektif," tegasnya. Sebagai bagian dari upaya tersebut, Disdalduk KB Pekanbaru mengoptimalkan pendampingan terhadap calon pengantin, ibu hamil, ibu nifas, serta bayi berusia hingga dua tahun. Amin menyebutkan bahwa tim TPPS lebih memfokuskan perhatian mereka pada perubahan perilaku dalam rangka menurunkan angka stunting secara efektif. Amin juga menyampaikan bahwa pihaknya menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak dalam menangani isu stunting. Di antaranya melalui program pengasuhan anak stunting dan pendampingan dari kader posyandu yang ada di lapangan. Dia menambahkan bahwa pelayanan posyandu kini dianggap sebagai layanan primer yang sangat penting. Dalam program ini, tidak hanya bayi yang dapat menerima pelayanan, tetapi juga ibu hamil yang memerlukan pemeriksaan kesehatan. "Kami sudah melihat bahwa tingkat kehadiran ibu hamil maupun ibu yang membawa bayinya untuk memeriksakan kesehatan di posyandu berjalan cukup baik," ujarnya. Upaya ini diharapkan dapat melanjutkan tren positif dalam penanganan stunting di Kota Pekanbaru demi meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. ANTARA