BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Dokter Ketut Suryadi, Sp.THT, menganjurkan warga Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat (Kobar), rutin membersihkan hidung dengan menyemprotkan cairan NaCl. Cairan yang biasa dipakai untuk infus itu, bisa menghilangkan kotoran dalam hidung, yang bisa jadi kuman penyakit jika tak segera dibersihkan.

“Caranya gampang. Semprotkan dengan alat suntik berukuran 10 cc tanpa jarum hingga ke belakang rongga hidung, bergantian sambil memiringkan kepala," kata Ketut Suryadi, dokter spesialis THT dari RSUD Sultan Imanuddin, Pangkalan Bun dalam acara talk show Panitia HUT ke-71 Kemerdekaan RI, RT 04, Kelurahan Madurejo, Kecamatan Arut Selatan, Kotawaringin Barat, Minggu (14/8/2016). 

Ketut Suryadi, bersama dr. Milana Sp.KK, juga dari RSUD Pangkalan Bun, melayani warga dalam acara yang dipandu Iwan, dalam rangka memperingati HUT ke-71 Kemerdekaan RI. Kepada Borneonews, Selasa (16/8/2016), ketua panitia, Syarief, atas seizin Ketua RT 04, Santoso, ada rencana talk show semacam itu digelar sebulan sekali. "Warga ternyata antusias mengikuti acara tersebut. Kemungkinan nanti diisi dengan tema lainnya, tentang hukum misalnya, atau bisnis kuliner."

Anjuran Dokter THT

Dokter Ketut mengungkapkan, cuci hidung itu dianjurkan oleh Ikatan Dokter THT, terutama untuk masyarakat di wilayah yang udaranya kerap terpapar kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Salah satu dampak asap kebakaran hutan, atau lahan, gangguan respirasi akibat terhirupnya partikel dan gas berbahaya yang terkandung dalam asap.

Partikel berukuran di bawah 10 mikron itu, mudah terhirup dan masuk ke paru-paru. Jika ukurannya lebih besar, biasanya menempel di hidung terlebih dahulu. Konstruksi hidung dengan bulu rambut yang bergerak, bisa membuang kotoran dari partikel tersebut.

Tetapi, menurut Ketut Suryadi, dalam kasus kabut asap, terlalu banyak partikel yang bisa masuk ke hidung. Karena itu, bulu hidung akan bekerja lebih berat sebagai pelindung atau untuk mencegah partikel masuk dalam tubuh.

Nah, sebelum lebih jauh merusak kesehatan, cuci hidung bisa dilakukan. Kalau bisa dua kali sehari, pagi dan sore. Dalam menyemprotkan cairan infus itu, usahakan dengan tekanan supaya cairan bisa sampai ke belakang rongga hidung. 

Cairan NaCl aman bagi tubuh, karena merupakan cairan yang biasa digunakan untuk infus. Tidak disarankan menyemprot hidung dengan air biasa, karena menimbulkan nyeri. Penyemprotan hidung ini aman diberikan pada anak usia 3 tahun ke atas.

"Kalau belum mengerti caranya, bisa mendatangi petugas kesehatan setempat atau menghubungi dokter Spesialis THT," katanya. (*/N).