JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) telah mengambil langkah untuk menarik kembali kartu merah yang diberikan kepada Bruno Fernandes, kapten Manchester United, saat pertandingan melawan Tottenham Hotspur yang berakhir dengan kekalahan 0-3 pada hari Minggu (1/10). Keputusan ini juga berdampak pada pembatalan suspensi selama tiga pertandingan yang sempat mengancam pemain tersebut. Kartu merah diterima Fernandes setelah dianggap melakukan pelanggaran terhadap gelandang Tottenham, James Maddison, di babak pertama. Insiden itu terjadi ketika Fernandes tampak terpeleset saat mendekati Maddison, dan secara tidak sengaja mengayunkan kakinya ke arah pemain Spurs tersebut. Wasit Chris Kavanagh segera memberikan kartu merah bagi Fernandes, dan keputusan ini diperkuat oleh tinjauan *VAR* yang dipimpin oleh John Brooks. Namun, setelah Manchester United mengajukan banding pada hari Senin (2/10), FA mengumumkan bahwa keputusan untuk mengusir pemain tersebut telah dicabut. Dalam pernyataannya, FA menyatakan, “Bruno Fernandes akan tersedia untuk tiga pertandingan berikutnya bersama Manchester United setelah klaim pengusiran yang salah dinyatakan berhasil.” Dengan adanya keputusan ini, Fernandes dapat kembali bermain dalam tiga laga penting yang tinggal di depan mata, yakni melawan Aston Villa, Brentford, dan West Ham di ajang Premier League. Sebelumnya, manajer Manchester United, Erik ten Hag, telah menegaskan bahwa keputusan kartu merah tersebut sangat berpengaruh terhadap jalannya pertandingan melawan Tottenham. Ia mengungkapkan, "Kartu merah itu mengubah permainan," meskipun ia juga mengakui bahwa Tottenham menunjukkan dominasi sebelum insiden terjadi. Di sisi lain, Fernandes menyatakan kekecewaannya terhadap keputusan tersebut, dengan mengklaim bahwa Maddison sendiri menganggap insiden itu tidak pantas untuk mendapat penalti kartu merah. "Saya rasa semua orang bisa melihat bahwa itu bukan kartu merah. Jika ini dianggap kartu merah, kita perlu melihat banyak insiden lainnya," tambah Fernandes dengan tegas. ANTARA