BORNEONEWS, Palangka Raya - Gubernur Kalimantan Tengah, Sugianto Sabran minta Pasar Baru A, Kompleks Pasar Besar Palangka Raya yang terbakar Selasa (16/8/2016) subuh, agar segera dibangun kembali. Karena pasar tersebut sebagai sumber perekonomian masyarakat, sehingga Pemerintah Kota Palangka Raya harus segera membangun, dan menata pasar tersebut.
"Pemerintah Kota harus segera melakukan pembangunan. Intinya harus segera dibangun. Supaya kegiatan ekonomi dapat berjalan dengan lancar lagi," pinta Sugianto ketika melakukan peninjauan di lokasi kebakaran, Selasa (16/8/2016).
Kebakaran hebat di Pasar Besar, Komplek Pasar Baru A itu, terjadi Selasa (16/8/2016), mulai pukul 04.00 WIB. Sekitar seratus toko pakaian, emas, makanan, kain, hangus terbakar. Api terus membumbul dan menjalar. Semua unit pemadam kebakaran di Kota Palangka Raya diturunkan untuk memadamkan api. Ratusan polisi, TNI hingga ribuan masyarakat ngeluruk ke lokasi kebakaran untuk membantu para korban dan mengamankan situasi.
Sugianto menuturkan, setelah melakukan perbincangan dengan warga setempat, area yang terbakar itu ternyata bukan milik pemda melainkan pribadi. Oleh sebab itu, Sugianto meminta agar wacana pembangunan ke depan harus dikomunikasikan dengan Wali Kota Palangka Raya, Riban Satia.
"Harus duduk bersama. Tidak boleh satu ingin membangun menghadap timur, ada lagi ke barat dan lain-lain. Semua harus ditata rapi," saran dia.
Namun demikian, apabila suatu saat nanti tanah dibangun oleh pemda dalam arti pemda membeli kepada masing-masing pemilik, Sugianto menilai itu sangat bagus. "Kalau keinginan kota membeli lahan ini jadi pasar, itu niat yang bagus. Tapi tergantung para pemilik tanah. Mau tidak. Kan tidak boleh dipaksakan," imbuh Sugianto.
Ditanya apakah pemerintah akan memberikan bantuan? Dia menjawab akan dilihat dulu, apakah mereka yang tertimpa musibah merupakan orang mampu atau tidak. "Apa yang dibantu pemerintah, kita lihat nanti. Ada wali kota, dan gubernur juga dekat. Tentu gubernur tidak bisa diam. Jadi akan kita lihat apakah orang yang kena musibah ini orang yang mampu atau tidak. Kalau mereka tidak mampu, tentu kita bantu."
Mengenai armada kebakaran, Sugianto mempertanyakan kepada pemerintah kota apakah bantuan beberapa unit pemadam kebakaran dari Jepang beberapa waktu lalu turun ke TKP atau tidak. "Beberapa waktu lalu kota ada bantuan dari Jepang. Makanya tadi turun tidak?," tanya Sugianto sembari menambahkan musibah kebakaran seperti ini tidak bisa diprediksi kapan terjadinya. Dia meminta semua petugas pemadam kebakaran juga harus siap kapan pun. (BUDI YULIANTO/N).








