**Borneonews - Jakarta**, Delapan dari lima belas pos perlintasan batas yang ada di Indonesia saat ini sudah beroperasi sepenuhnya, sebagaimana disampaikan oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian. Dalam pernyataannya yang disiarkan melalui saluran YouTube Sekretariat Presiden, ia menegaskan bahwa delapan pos tersebut sudah lengkap dan siap digunakan. Menteri Karnavian melaporkan perkembangan ini kepada Presiden Joko Widodo menjelang peresmian tujuh pos perbatasan yang terintegrasi di daerah Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur, pada Rabu mendatang. Ia menjelaskan bahwa pembangunan pos-pos perbatasan ini bertujuan untuk mempercepat pengembangan infrastruktur di kawasan perbatasan Indonesia. Pos perbatasan yang sudah beroperasi sepenuhnya terdiri dari tiga lokasi di Kalimantan Barat, tiga di Nusa Tenggara Timur, satu di Papua, dan satu di Papua Selatan. Sejak 21 Oktober 2022, Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) telah aktif memastikan bahwa semua pos perbatasan dapat berfungsi dengan baik. Salah satu dari tujuh pos perbatasan tambahan yang diresmikan pada hari Rabu adalah Pos Perbatasan Serasan yang terletak di Natuna, Kepulauan Riau. Pos ini dilengkapi dengan fasilitas yang memadai untuk memberikan layanan bea cukai, imigrasi, dan karantina, didukung oleh 55 petugas yang siap melayani. Karnavian juga menekankan pentingnya keberadaan pos-pos perbatasan dalam memperkuat integrasi dan keamanan, terutama di daerah-daerah yang berbatasan, sembari memberikan layanan esensial bagi masyarakat sekitar. Ia berharap, dengan adanya pos-pos perbatasan yang lebih efisien, pelayanan di daerah perbatasan dapat dipercepat dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. ANTARA