**Borneonews - Mataram**, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram di Provinsi Nusa Tenggara Barat baru-baru ini mendapatkan dukungan dari perusahaan *Waste4Change* dalam hal pengolahan dan kalkulasi potensi retribusi sampah. Dukungan ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pengelolaan sampah di daerah tersebut.
Menurut Pejabat Sementara (Pjs) Wali Kota Mataram, Tri Budiprayitno, *Waste4Change* akan menyelenggarakan pelatihan selama dua hari bagi pegawai DLH dan pihak terkait lainnya. Pelatihan ini bertujuan untuk mendalami metode pengolahan dan penghitungan retribusi sampah secara tepat dan efisien.
Kegiatan ini disampaikan setelah Tri membuka Focus Group Discussion (FGD) yang berfokus pada pelatihan penghitungan tarif penanganan serta retribusi sampah di Kota Mataram. Dalam pernyataannya, ia mengungkapkan bahwa pihak donor berkomitmen untuk memberikan pendampingan yang serupa dengan sejumlah daerah yang telah berhasil mengelola sampah secara mandiri, seperti Banyumas dan Banyuwangi.
Sebagai bagian dari pendekatan pengelolaan sampah yang efektif, sistem pemilahan sampah dari rumah tangga akan diterapkan. Pendekatan ini bertujuan untuk menggugah partisipasi aktif masyarakat, yang sangat penting untuk menjaga kualitas pengelolaan sampah mulai dari tingkat rumah tangga.
Menurut Tri, hasil dari sistem pemilahan sampah di rumah dapat berkontribusi signifikan terhadap pengurangan jumlah sampah yang masuk ke tempat penampungan sementara (TPS) maupun tempat pembuangan akhir (TPA). Selain itu, *Waste4Change* juga akan membantu dalam penghitungan biaya atau potensi retribusi dalam pengolahan sampah di Kota Mataram.
Dari data yang ada, volume sampah yang dihasilkan di Kota Mataram mencapai sekitar 300 ton per hari. Namun, saat ini DLH hanya dapat menangani sekitar 220 ton per hari, sementara sekitar 40-45 ton sampah dikelola di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) modern Sandubaya. Sisanya, sayangnya, harus dieliminasi.
Di sisi lain, target retribusi untuk pengelolaan sampah di Kota Mataram menunjukkan peningkatan dari Rp6,5 miliar pada tahun 2021 menjadi Rp10 miliar pada tahun 2023. Namun, perlu dicatat bahwa realisasi pencapaian target mengalami penurunan signifikan, dari 69,56 persen di tahun 2021 menjadi hanya 46,34 persen di tahun 2023. Hal ini menunjukkan bahwa masih banyak tantangan yang harus dihadapi dalam meningkatkan efektivitas pemungutan retribusi.
Tri menegaskan pentingnya DLH untuk terpacu dalam mengikuti kegiatan ini dan berharap agar *Waste4Change* dapat terus memberikan pendampingan yang intensif mengenai metode pengelolaan sampah yang lebih baik untuk Kota Mataram.
Kepala DLH Kota Mataram, H Nizar Denny Cahyadi, menambahkan bahwa tujuan dari kegiatan ini adalah menyamakan persepsi di antara berbagai tingkat pemerintahan, dari daerah hingga pusat, sebelum fokus pada pemetaan potensi retribusi sampah. Inisiatif ini diharapkan dapat membawa dampak positif bagi pengelolaan sampah di wilayah Mataram dan sekitarnya.
ANTARA
Dinas Lingkungan Hidup Mataram Dapat Dukungan Pengolahan Sampah
Bagikan:

MATARAM –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Bayi Laki-Laki Ditemukan di Pelataran Musala di Kotabaru
Warga Kasongan Dihebohkan Penemuan Mayat Membusuk di Parit Jalan DI Panjaitan
Topan Champi Ancam Taiwan, Sekolah dan Perkantoran Ditutup di 20 Wilayah
Distribusi Masih Jadi Hambatan, Industri Komik Indonesia Dinilai Punya Potensi Besar
Iran Ancam Gunakan Taktik Baru jika AS Kembali Lancarkan Serangan
OJK Kalteng Tekankan Manfaat Nyata Inklusi Keuangan bagi Kesejahteraan Masyarakat
Komentar (0)
Memuat komentar…







