JAKARTA –
**Borneonews - New Delhi**, Menteri Luar Negeri India, S. Jaishankar, pada Selasa (1/10) mengadakan diskusi dengan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Antony J. Blinken. Pembicaraan ini fokus pada sejumlah isu yang berkaitan dengan perkembangan terbaru di Timur Tengah. Dalam pernyataannya di platform sosial X, Jaishankar mengungkapkan bahwa agenda diskusinya mencakup penguatan kerja sama bilateral antara kedua negara. Selain itu, mereka juga membahas situasi di Asia Barat, kondisi terkini di anak benua India, serta dinamika kawasan Indo-Pasifik dan konflik di Ukraina. Diskusi ini terjadi setelah pertemuan telepon antara Perdana Menteri India, Narendra Modi, dan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, yang berlangsung pada hari sebelumnya, yaitu Senin (30/9). Dalam percakapan tersebut, Modi menekankan kepada Netanyahu pentingnya mengambil langkah-langkah untuk mencegah eskalasi yang lebih lanjut di Timur Tengah. Antony Blinken juga menekankan kolaborasi yang dilakukan oleh AS dan India dalam menghadapi tantangan baik di tingkat regional maupun global. Ia menyatakan, "Saya bertemu untuk membahas kerja sama berkelanjutan kami dalam *crisis* iklim dan mencari cara untuk meningkatkan keamanan serta mempromosikan kemakmuran regional," tulisnya di platform X. Ketegangan di Timur Tengah saat ini bertambah mendalam. Konflik yang berlangsung di Gaza terus memanas, dan dalam beberapa hari terakhir, Israel telah meluncurkan serangan udara yang signifikan ke Lebanon, yang mengakibatkan kematian pemimpin Hizbullah, Hassan Nasrallah, serta beberapa komandan lainnya. Sebagai reaksi, pada Selasa (1/10), Iran melakukan serangan rudal ke arah Israel dengan pernyataan bahwa serangan tersebut merupakan balasan atas kematian pemimpin Hamas, Ismail Haniyeh, Nasrallah, dan seorang komandan dari Pengawal Revolusi Iran (IRGC). Haniyeh dilaporkan tewas dalam serangan yang terjadi saat ia berada di Teheran pada akhir Juli, sedangkan komandan IRGC dan Nasrallah meninggal dunia pada Jumat (27/9). ANTARA