**Borneonews - Samarinda**, Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) ANTARA memberikan pelatihan mengenai teknik penyajian siaran pers yang efektif kepada 12 satuan kerja (satker) di lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) wilayah Kalimantan Timur (Kaltim). Kegiatan ini diadakan dengan tujuan untuk memperkuat kemampuan komunikasi satker dalam menyampaikan informasi kepada publik.
Kepala Redaksi Kesra LKBN ANTARA, Santoso, menjelaskan betapa pentingnya membangun saluran informasi yang efektif bagi KLHK dalam melaksanakan tugas pengawasan lingkungan. Ia menekankan bahwa masyarakat memerlukan akses terhadap informasi tentang kinerja satker KLHK, terutama dalam situasi kritis seperti kebakaran hutan dan lahan (*karhutla*). Dalam kondisi tersebut, publik ingin mengetahui langkah-langkah konkret yang diambil oleh KLHK.
Dalam sesi pelatihan tersebut, Santoso memperkenalkan konsep dasar jurnalistik, seperti teknik *5W+1H* (apa, siapa, kapan, di mana, mengapa, dan bagaimana), serta metode penulisan piramida terbalik. Ia juga mengingatkan pentingnya penggunaan bahasa yang sederhana dan jelas dalam penyampaian informasi. "Hindari penggunaan istilah-istilah teknis yang mungkin sulit dipahami oleh masyarakat umum. Tuliskan informasi dengan cara yang jelas, cepat, dan akurat," ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya menjalin hubungan baik antara satker KLHK dan media. Menurutnya, hubungan yang harmonis akan memperkuat citra KLHK di mata masyarakat. Dalam konteks ini, Santoso juga memberikan contoh tentang penanganan masalah *karhutla*. Informasi yang disampaikan harus jelas, sehingga publik bisa memahami apa yang dilakukan oleh satker KLHK terkait peristiwa tersebut.
Dalam paparannya, Santoso juga mengingatkan pentingnya keakuratan informasi. Contohnya, dalam kasus penangkapan *illegal logging*, perlu disertakan data lengkap, seperti jumlah kayu yang disita, jenis kayu, dan asalnya. Ia juga menyarankan agar siaran pers menggunakan kalimat aktif, yang lebih mudah dipahami dan memberikan kesan yang dinamis.
Terkait dengan frekuensi penyebaran siaran pers, Santoso berpendapat bahwa satker KLHK sebaiknya rutin menginformasikan kepada media. Semakin sering informasi disampaikan, maka semakin besar peluang untuk dipublikasikan. Di akhir sesi, Santoso mengajak seluruh satker KLHK Kaltim untuk memanfaatkan ANTARA sebagai saluran distribusi informasi yang andal.
"Saya mendorong semua pihak untuk mengirimkan siaran pers mereka ke kantor ANTARA di Biro Kaltim. Kami siap membantu menyebarluaskan informasi yang akurat dan bermanfaat untuk masyarakat," katanya. Dalam kegiatan ini, hadir 12 satker KLHK dari Kaltim dan Kalimantan Utara (Kaltara), termasuk Kepala Balai Besar Pengujian Standar Instrumen Lingkungan Hidup dan beberapa kepala balai lainnya yang turut serta dalam pelatihan ini.
ANTARA
Edukasi Penyajian Siaran Pers KLHK di Kalimantan Timur
Bagikan:

SAMARINDA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Hujan Lebat Guyur Tanjung Harapan TN Tanjung Puting
Bayern Muenchen Rebut Puncak Klasemen Setelah Kalahkan Freiburg 3-1
Gol Menit Akhir Bantu Timnas Indonesia U15 Imbang 1-1 Lawan Bangladesh
Liverpool Taklukkan Brighton dan Hove Albion 2-0 di Stadion Anfield
Waka KPK Usulkan Kewenangan Rampas Aset Pejabat Tak Tercantum di LHKPN
Pelatih Interim Arema: Kemenangan atas Dewa karena Maksimalnya Taktik
Komentar (0)
Memuat komentar…







