PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalteng menekankan pentingnya menjaga konsumsi untuk mengatasi permasalahan gizi balita.

“Salah satu faktor yang menyebabkan masalah gizi balita di Indonesia yaitu konsumsi makanan ibu pada masa kehamilan atau bahkan saat remaja yang tidak sesuai dengan prinsip gizi seimbang,” kata Kepala Dinkes Kalteng, Suyuti Syamsul dalam keterangnnya, baru baru ini.

Kematian ibu dan bayi di Indonesia pada tahun 2022 masih tinggi, dimana dari 10 provinsi dengan persentase kematian ibu dan bayi tertinggi salah satunya adalah Kalteng.

Kemudian di tahun 2023 semua Kab/Kota menjadi Lokus Percepatan Penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB).

Sedangkan tren untuk balita stunting secara nasional mengalami penurunan dan Provinsi Kalteng merupakan salah satu dari 5 provinsi dengan penurunan 3-8 persen.

Berdasarkan SSGI tahun 2022 prevalensi stunting sebesar 26,9 persen dan berdasarkan SKI 2023 prevalensi stunting menjadi 23,5 persen.

Namun begitu dari 14 Kab/Kota di Provinsi Kalimantan Tengah, ada 4 Kabupaten/Kota yang mengalami peningkatan prevalensi stunting seperti Kotawaringin Timur, Sukamara, Katingan, Palangka Raya. (HERMAWAN DP/H)