**Borneonews - Jakarta**, Organisasi nirlaba ASEAN, yang dikenal dengan nama ASEAN Foundation, menekankan urgensi penguasaan keterampilan literasi *Artificial Intelligence* (AI) sebagai kunci untuk mendorong kawasan tersebut agar dapat berada di garis terdepan dalam transformasi ekonomi digital di tingkat global.
Direktur Eksekutif ASEAN Foundation, Piti Srisangnam, menyatakan bahwa literasi AI akan memberikan kesempatan bagi masyarakat ASEAN tidak hanya untuk memanfaatkan peluang masa depan, tetapi juga untuk turut aktif membentuknya. Dia mengungkapkan hal tersebut dalam forum yang mengangkat tema *AI Opportunity Southeast Asia* di Sekretariat ASEAN, Jakarta, yang berlangsung pada Rabu.
Srisangnam mencatat bahwa ASEAN memiliki visi yang jelas dalam memanfaatkan kekuatan kecerdasan buatan untuk memberdayakan rakyat, memperkuat perekonomian, serta merancang masa depan yang lebih baik. Kawasan ini, yang dihuni oleh lebih dari 690 juta orang, tercatat memiliki ekonomi digital senilai 200 miliar dolar AS (Rp3.052 triliun) pada tahun 2020, dan diperkirakan akan melampaui angka 1 triliun dolar AS (Rp15,2 kuadriliun) pada tahun 2030.
Di sisi lain, kecerdasan buatan diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan, yakni lebih dari 15 triliun dolar AS (Rp229 kuadriliun) bagi perekonomian global pada tahun 2030. Namun, Srisangnam mengingatkan bahwa untuk mencapai tujuan ambisius ini, dibutuhkan lebih dari sekadar investasi dalam infrastruktur. Keterampilan yang tepat juga harus dimiliki oleh masyarakat untuk memanfaatkan teknologi AI dan digital secara optimal.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa AI bukan hanya berkaitan dengan sektor teknologi semata karena dampaknya akan menyentuh berbagai bidang, mulai dari pertanian hingga kesehatan, serta pendidikan dan keuangan. Oleh karena itu, penting bagi seluruh lapisan masyarakat untuk memahami literasi AI agar mereka dapat memanfaatkan segenap peluang yang ditawarkan.
"Hal ini berarti menciptakan kesadaran dalam kalangan generasi muda kita, menyediakan alat bantu bagi para pendidik, serta mempersiapkan orang tua dan lansia dalam menghadapi solusi yang berbasis AI," tuturnya.
Selama enam tahun terakhir, ASEAN Foundation telah berfokus pada pemberdayaan digital dengan berbagai inisiatif yang ditujukan untuk meningkatkan keterampilan digital dan keamanan siber di komunitas ASEAN. Dengan dukungan hibah sebesar 5 juta dolar AS (Rp76,1 miliar) yang diumumkan Google pada forum yang sama, ASEAN Foundation berambisi untuk membekali 5,5 juta orang di seluruh kawasan dengan keterampilan AI yang sangat diperlukan dalam waktu 2,5 tahun ke depan.
Program intervensi ini akan melibatkan pembuatan model pelatihan bagi pelatih, pengembangan pusat sumber daya AI regional dengan konten yang terlokalisasi bagi pemuda, guru, dan orang tua, serta penelitian etika AI dan kampanye kesadaran untuk meningkatkan pemahaman masyarakat.
Pendekatan pelatihan yang akan diterapkan akan menyasar pembentukan 2.000 instruktur literasi AI yang akan dilatih untuk memberikan pendidikan yang komprehensif kepada lebih dari 800.000 individu di berbagai komunitas lokal di ASEAN.
Untuk memastikan bahwa pelatihan ini relevan dan memberikan dampak yang nyata, ASEAN Foundation berencana untuk bekerja sama dengan mitra lokal dalam menyesuaikan kurikulum yang ditawarkan sesuai dengan kebutuhan spesifik masing-masing negara.
Selain itu, ASEAN juga meluncurkan inisiatif *AI Ready ASEAN* yang berperan dalam mendukung tujuan umum dari rencana induk dan kesepakatan yang berlaku di kawasan, seperti *ASEAN Digital Masterplan 2025* dan *ASEAN Digital Economy Framework Agreement*, yang menekankan pentingnya pembangunan ekonomi digital yang inklusif dan berkelanjutan.
ANTARA
Pentingnya Literasi AI bagi Transformasi Ekonomi ASEAN
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Iran Ancam Gunakan Taktik Baru jika AS Kembali Lancarkan Serangan
OJK Kalteng Tekankan Manfaat Nyata Inklusi Keuangan bagi Kesejahteraan Masyarakat
Dokter Jadi Tersangka Dugaan Pencabulan terhadap Anak Kandung Berusia 4 Tahun
Dampak Karhutla bagi Kesehatan Bukan Hanya Gangguan Pernapasan
Karhutla Ancam Habitat Orangutan di Kalteng, Patroli dan Evakuasi Satwa Diperkuat
Hadapi Isenmulang FC, PSIM Fokus Pulihkan Fisik dan Benahi Pertahanan
Komentar (0)
Memuat komentar…







