BORNEONEWS, Palangka Raya - Sembilan anggota DPRD Kota Palangka Raya bolos Rapat Paripurna Istimewa dengan agenda mendengarkan pidato kenegaraan Presiden RI dalam rangka HUT Proklamasi Kemerdekaan RI ke-71, Selasa (16/8/2016). 

Meskipun hanya untuk duduk dan mendengarkan pidato presiden, tidak semua anggota DPRD Kota Palangka Raya mau datang dalam rapat paripurna yang dimulai pukul 10.30 WIB. Sementara walikota dan wakil walikota Palangka Raya, keduanya hadir memenuhi undangan DPRD untuk bersama-sama menyimak pidato presiden.

Ketua DPRD Sigit K Yunianto juga menyoroti rendahnya partisipasi masyarakat dalam menumbuhkan nasionalisme kebangsaan. Padahal, kata Sigit, kita sekarang ini hanya bertugas mengisi kemerdekaan saja, bukan untuk berjuang mengusur penjajahan.

“Kalau di masyarakat, sudah mulai partisipatif tapi hanya beberapa, khususnya yang di lingkungan perumahan. Yang justru kurang adalah bagi pengusaha swasta yang berniaga di pinggir jalan raya. Menaikkan bendera saja tidak mau,” keluhnya usai rapat paripurna.

Sementara dalam pidato kenegaraannya, Presiden Joko Widodo menekankan pentingnya semangat membangun bangsa dan menumbuhkan nasionalisme

kebangsaan, dengan cara efisiensi dalam penggunaan anggaran, pemangkasan alur birokrasi yang berbelit, serta mengurangi beban belanja operasional pemerintahan terutama belanja perjalanan dinas.

Ia juga menekankan pembangunan ke depan adalah percepatan dalam bidang infrastruktur. Antara lain Joko Widodo juga menekankan pembangunan listrik, waduk, embung, dan kereta api. Juga menekankan pentingnya konservasi lahan gambut dan tidak menoleransi pembakaran hutan dan lahan.

DPRD Provinsi Tidak Lakukan Paripurna

Pemandangan tak biasanya justru terjadi di gedung DPRD Kalteng. Di gedung wakil rakyat tingkat provinsi ini, juga nampak pemandangan Istimewa. Istimewanya adalah mereka justru tidak melaksanakan sidang paripurna istimewa. Padahal di level pemerintah daerah melakukan rapat paripurna istimewa.

Entah ada masalah apa dibaliknya, karena sehari sebelumnya sudah beredar agenda yang menyebut ada rapat istimewa dalam rangka mendengarkan pidato kenegaraan Presiden. Wakil Ketua DPRD Kalteng Abdul Razak enggan berkomentar untuk menjelaskan apa yang terjadi dan memilih menyilakan untuk konfirmasi langsung kepada Ketua DPRD Reinhard Atu Narang. (ROZIKIN/m)