SURABAYA –
**Borneonews - Surabaya**, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBI) telah menjalin kerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Tuban, Jawa Timur, untuk menyelenggarakan pelatihan yang bertujuan menggunakan makanan lokal dalam usaha pencegahan stunting di wilayah tersebut. Kepala Dinas Kesehatan dan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (P2KB) Kabupaten Tuban, Esti Surahmi, dalam sebuah pernyataan yang disampaikan di Surabaya pada Rabu, mengungkapkan apresiasi kepada para kader kesehatan. Ia menghargai komitmen mereka dalam menciptakan masyarakat yang sehat melalui berbagai program Posyandu. Esti menjelaskan bahwa melalui Posyandu, berbagai upaya untuk mengurangi angka stunting dapat dilakukan dengan menerapkan pola hidup sehat dan konsumsi makanan bernutrisi. Oleh karena itu, pelatihan ini diadakan untuk memperkaya pengetahuan dan keterampilan para kader kesehatan. Pelatihan ini berlangsung selama tiga hari, tepatnya dari 1 hingga 3 Oktober 2024, di Rumah Kreatif Tuwuh Mendhiri. Sebanyak 120 kader dari Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) dari enam desa yang tersebar di tiga kecamatan di sekitar pabrik SBI di Tuban berpartisipasi dalam kegiatan ini. Dalam laporannya, Esti menambahkan bahwa pada tahun 2022, angka stunting di Kabupaten Tuban mencapai 24,9 persen, namun mengalami penurunan menjadi 17,8 persen pada tahun 2023. Sebagai perbandingan, angka rata-rata stunting di Provinsi Jawa Timur tercatat sebesar 17,7 persen pada tahun yang sama. M. Yunani Rizzal, selaku General Affairs & Community Relations Manager SBI Pabrik Tuban, menunjukkan keyakinannya bahwa pelatihan ini dapat membantu kader dalam mengolah makanan lokal menjadi makanan yang sehat dan bergizi. Ia berharap program ini dapat berkontribusi signifikan untuk pencegahan stunting dan dalam mencapai target penurunan persentase stunting ke satu digit. Pelatihan ini merupakan hasil kerja sama antara SBI Pabrik Tuban, yang merupakan anak perusahaan dari Semen Indonesia Group (SIG), dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Tuban serta Puskesmas Jenu, Tambakboyo, dan Gaji. Kegiatan ini diikuti oleh kader kesehatan Posyandu dari Desa Karangasem, Glondonggede, Kedungrejo, Mliwang, Merkawang, dan Sawir. Materi pelatihan yang diajarkan mencakup berbagai aspek, seperti pemahaman mengenai konsumsi makanan bagi ibu hamil, gangguan gizi selama masa kehamilan, masalah gizi pada bayi, cara penanganan gizi pada 1000 hari pertama kehidupan, serta aspek keamanan pangan. Peserta juga diajarkan resep sehat yang dapat meningkatkan selera makan anak, serta cara membuat makanan sehat bergizi berbasis bahan lokal, termasuk puding mangga dan dimsum udang dengan ayam. ANTARA