BANDUNG –
**Borneonews - Cianjur** Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, melaporkan bahwa tidak ada kerusakan yang terjadi akibat gempa bumi berkekuatan 4,5 magnitudo, yang pusatnya berada di wilayah Kabupaten Sukabumi pada Rabu pagi. Meskipun demikian, masyarakat diimbau untuk tetap waspada. Kepala Pelaksana BPBD Cianjur, Asep Sukma Wijaya, menyatakan bahwa getaran gempa dirasakan cukup kuat di mayoritas wilayah Cianjur, terutama di daerah yang berbatasan langsung dengan Sukabumi. Hal ini membuat sejumlah warga merasa cemas dan berhamburan keluar dari rumah mereka untuk menghindari risiko yang mungkin terjadi. "Getaran gempa cukup keras dirasakan, terutama di wilayah perkotaan dan perbatasan dengan Sukabumi," ungkapnya. Dalam rangka memastikan keselamatan warga, BPBD mengerahkan petugas dan relawan untuk melakukan pendataan serta mengawasi situasi di masing-masing desa. Hingga siang hari, laporan yang diterima menunjukkan bahwa tidak ada kerusakan yang ditimbulkan oleh gempa tersebut. Walau demikian, panik tetap melanda sebagian masyarakat, yang merasa cemas akan kemungkinan gempa susulan. Untuk itu, pihak BPBD menghimbau agar warga tetap tenang dan waspada ketika merasakan getaran gempa. Selain itu, mereka juga diingatkan untuk jeli terhadap tanda-tanda alam yang mengindikasikan terjadinya bencana, seperti longsor atau banjir. "Ketika terjadi bencana, terutama gempa, jangan panik, tetapi tetap waspada. Segera keluar rumah atau mencari tempat aman untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan," himbaunya. Sebagai langkah antisipasi, BPBD telah menyiagakan seribu Relawan Tangguh Bencana (Retana) di setiap desa dan kecamatan. Relawan ini bertugas untuk melakukan pengawasan dan pelaporan kondisi setiap hari, terutama menjelang musim hujan. "Dengan cara ini, ketika teridentifikasi akan adanya tanda-tanda alam bencana, relawan dan petugas akan berkoordinasi dengan aparat setempat untuk memberikan peringatan serta melakukan evakuasi," lanjutnya. Ia menambahkan bahwa relawan telah disiagakan di berbagai titik rawan, mulai dari jalur lintas selatan, pesisir pantai, hingga permukiman yang rentan terhadap bencana banjir dan longsor. Ini semua untuk memastikan keselamatan masyarakat dari potensi bencana yang dapat terjadi sewaktu-waktu. ANTARA