BORNEONEWS, Palangka Raya - Kebakaran besar yang melanda Pasar Baru A, kompleks Pasar Besar Palangka Raya Selasa (16/8/2016) memang menghanguskan ratusan kios sehingga membuat prihatin semua pihak. Namun menurut Anggota DPRD Kota Palangka Raya, Ruslianyah, belum tentu kucuran bantuan kebakaran didapatkan para korban.

Menurut Ketua Komisi C ini yang merupakan mitra kerja Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (Dinsosnaker) ini, tanah dan bangunan pasar tersebut dikelola perorangan atau swasta, bukan milik pemerintah. Karena itu, kalaupun ada bantuan dari pemerintah, adalah bukan keharusan tetapi karena rasa kemanusiaan saja.

“Itu kan swasta, jadi kalaupun kita membantu, itu karena rasa kemanusiaan saja. Bukan keharusan sebagai pemerintah, sebab mengeluarkan anggaran daerah kan ada aturannya tersendiri yang harus diperhatikan,” katanya kepada Borneonews, Selasa (16/8/2017).

Politisi Golkar ini mengaku sedih dan prihatin, karena kejadian kebakaran di kawasan pasar besar tersebut sudah kerap terjadi. Bahkan juga pernah dalam skala yang besar beberapa waktu lalu. Hendaknya, kata Rusli, menjadi kajian dan perhatian beberapa pihak agar tidak lagi terjadi serupa.

Sementara itu Politisi PKB Sugianor lebih mengingatkan warga agar berhati-hati dan mengantisipasi dengan cara menjaga tempat yang rawan kebakaran. Antara lain dengan meningkatkan sistem keamanan lingkungan (Siskamling).

“Agar menjaga tempat rawan kebakaran dengan meningkatkan pos jaga atau giliran ronda melalui Siskamling, apalagi sudah memasuki musim kemarau,” katanya.

Beda dengan Rusliansyah yang tidak terlalu memberikan harapan bantuan kepada warga, Sugianor yang duduk di Komisi B justru mengimbau pemerintah cepat turun tangan untuk membantu warga atau pedagang yang mendapat musibah tersebut.

Sebelumnya, Gubernur Kalteng Sugianto Sabran bergegas meninjau lokasi kebakaran di Pasar Besar sesaat setelah kunjungan anjang sana dalam rangka HUT RI di Yayasan Darul Tazkiyah Palangka Raya. Sugianto juga meminta agar puing sisa kebakaran segera dibersihkan dan bila perlu Pemkot mengkordinasikan untuk membangun kembali pasar milik swasta tersebut agar pedagang bisa beraktifitas kembali perekonomiannya. (ROZIKIN/m)