JAKARTA –
**Borneonews - Teheran**, Iran telah menyampaikan sebuah pesan kepada Amerika Serikat melalui perantara Swedia, yang menegaskan bahwa serangan rudal yang diluncurkan oleh Iran terhadap Israel pada 1 Oktober merupakan hak mereka dalam menjalankan pembelaan diri. Pernyataan ini disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, pada hari Rabu. Lebih lanjut, Iran juga memberikan peringatan kepada AS agar tidak mencampuri urusan dalam negeri mereka. Pada hari yang sama, Iran melakukan peluncuran ratusan *rudal balistik* ke arah Israel sebagai wujud dari respons atas kematian beberapa tokoh penting, seperti pemimpin Hizbullah, Hassan Nasrallah, pemimpin politik Hamas, Ismail Haniyeh, dan juga komandan senior Korps Garda Revolusi Islam, Abbas Nilforoushan. Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, menegaskan bahwa negara tersebut tidak memiliki niatan untuk memulai konflik dengan Israel. Namun, mereka akan menanggapi setiap ancaman secara tegas dan determinatif. Araghchi menjelaskan bahwa meskipun ada pertukaran pesan, hal tersebut tidak mengindikasikan adanya kesepakatan. Dia menekankan bahwa sebelum Iran mengambil tindakan, tidak ada komunikasi yang dilakukan. Peringatan kepada Swedia diberikan untuk disampaikan kepada AS setelah Iran meneruskan responsnya atas tindakan Israel di kawasan. Menurut Araghchi, isi pesan tersebut menegaskan bahwa serangan rudal ke Israel adalah bagian dari hak Iran untuk membela diri. Ia juga menambahkan bahwa Iran tidak berniat untuk melanjutkan serangan lebih lanjut dan kembali menekankan pentingnya agar AS tidak terlibat dalam urusan mereka. Dengan demikian, situasi di Timur Tengah menjadi semakin kompleks, dan ketegangan antara Iran dan Israel, serta keterlibatan AS, terus menjadi sorotan bagi pihak-pihak internasional. ANTARA