KUPANG –
**Borneonews - Kupang**, Tokoh masyarakat di Nusa Tenggara Timur, Fary Djemi Francis, menyampaikan harapan yang besar agar program *inpres jalan daerah* (IJD) yang telah diluncurkan oleh pemerintahan Joko Widodo sejak tahun 2023 dapat diteruskan oleh pemerintahan yang baru pada tahun 2025 mendatang. Menurutnya, keberlanjutan program ini sangat penting untuk menjawab berbagai tantangan yang dihadapi oleh daerah, terutama dalam hal keterbatasan anggaran untuk pembangunan infrastruktur. "Kami mengucapkan terima kasih kepada Presiden karena telah menunjukkan kepedulian yang nyata terhadap isu-isu yang mempengaruhi daerah," ungkapnya di Kupang pada hari Rabu. Pernyataan tersebut disampaikan seiring dengan peresmian pembangunan jalur *inpres jalan daerah* yang dilakukan oleh Presiden Joko Widodo pada Selasa, 1 Oktober. Nusa Tenggara Timur tercatat sebagai salah satu provinsi yang mendapatkan perbaikan dan pembangunan IJD terbanyak di Indonesia pada periode 2023 hingga 2024, dengan terdapat 27 titik ruas jalan yang diperbaiki. Fary, yang juga merupakan mantan Ketua Komisi V DPR RI, menegaskan bahwa infrastruktur yang sudah dibangun, termasuk *inpres jalan daerah*, menunjukkan komitmen untuk memenuhi harapan masyarakat di daerah, terutama dalam hal alokasi anggaran. "Saya yakin jika pembangunan dilaksanakan oleh Kementerian PUPR, maka kualitasnya akan jauh di atas standar," tambahnya. Kepala Balai Pelaksanaan Jalan N NTT, Agustinus Junianto, menjelaskan bahwa sebelum penanganan oleh IJD, banyak jalan di daerah tersebut dalam kondisi memprihatinkan. Keadaan ini telah menghambat mobilitas masyarakat setempat. "Dulu, kondisi jalannya hanya setapak tanah, dengan banyak yang rusak dan berlubang. Mobilitas masyarakat sangat terhambat, sehingga perjalanan ke kota menjadi membutuhkan waktu yang lama," jelasnya. Dengan terbangunnya IJD, kini akses transportasi masyarakat menjadi lebih lancar. Bahkan, jalan yang diperbaiki tersebut telah dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan masyarakat, seperti acara *Moto Cross* dan acara lainnya. ANTARA