PONTIANAK –
**Borneonews - Pontianak**, Pemerintah Kota Pontianak mengambil langkah positif dengan menggelar Gebyar Presisi dan Gelar Karya P5 di SMPN 2 Pontianak. Acara ini merupakan bagian dari Program Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) yang bertujuan untuk mengimplementasikan Kurikulum Merdeka. Dengan inisiatif tersebut, diharapkan kualitas pembelajaran bagi peserta didik dapat meningkat secara signifikan. Penjabat Wali Kota Pontianak, Ani Sofian, dalam sambutannya menyatakan bahwa projek ini dirancang untuk membentuk generasi pelajar yang tidak hanya memahami, tetapi juga menghayati nilai-nilai Pancasila dalam setiap aspek kehidupan. Ia mendorong siswa untuk menghargai serta memahami beragam perbedaan agama yang ada di Indonesia. Dalam kesempatan tersebut, Ani Sofian membuka acara dengan semangat dan harapan yang tinggi. Lebih lanjut, Ani Sofian menjelaskan bahwa upaya Pemerintah Kota Pontianak, bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Riset dan Teknologi Republik Indonesia (Kemendikbudristek), berfokus pada pendekatan proyek melalui karya seni. Dengan cara ini, diharapkan kompetensi dan karakter siswa dapat diperkuat, sehingga sejalan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam profil pelajar Pancasila. "Saya berharap para siswa-siswi dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk mengembangkan inovasi dan kreativitas mereka melalui karya seni, sehingga mereka siap menghadapi tantangan di masa depan. Sumber daya manusia di Kota Pontianak harus terus meningkat, berinovasi, dan memiliki kreativitas yang tinggi agar dapat menjadi generasi emas," tegasnya. Dari pihak Kemendikbudristek, Diah Rahmawati menyampaikan bahwa SMPN 2 Pontianak merupakan salah satu sekolah yang dipilih untuk melaksanakan program ini dengan tujuan menerapkan Kurikulum Merdeka. Ia menambahkan bahwa keberadaan program tersebut dapat memacu kreativitas tidak hanya bagi siswa, tetapi juga menciptakan lingkungan yang mendukung serta mendorong guru untuk mencari sumber pengetahuan baru. Secara keseluruhan, kegiatan ini bukan hanya merayakan pencapaian siswa, tetapi juga sebagai langkah strategis menuju pembentukan karakter dan kapasitas pelajar yang sesuai dengan nilai-nilai kebangsaan. ANTARA