JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta Selatan**, Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta telah menerima sebanyak 13.080 unit bilik suara yang disimpan di Gudang Sarinah Ekosistem, Pancoran. Penerimaan logistik tersebut dilakukan sebagai persiapan menjelang pemilihan kepala daerah (Pilkada) yang dijadwalkan berlangsung pada tanggal 27 November 2024. Kepala Divisi Perencanaan dan Logistik KPU DKI Jakarta, Nelvia Gustina, mengonfirmasi bahwa KPU Jakarta Selatan telah menerima total jumlah bilik suara tersebut. "Untuk Jakarta Selatan, jumlah bilik suara sebanyak 13.080 sudah kami kirim," ungkapnya saat dihubungi di Jakarta, Rabu. Nelvia menjelaskan bahwa semua logistik yang diperlukan telah diterima pada akhir September. Selain bilik suara, juga terdapat logistik lain yang diterima, termasuk 3.290 kotak suara, 94.916 segel, dan 19.620 kabel pengikat (*cable ties*). "Sejauh ini, kami tidak mengalami kendala dalam proses pengantaran logistik," tambahnya. Penerimaan logistik ini berlangsung di bawah pengawasan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jakarta Selatan, serta pihak kepolisian dari Polres Metro Jakarta Selatan dan Polsek Kecamatan Pancoran. Hal ini bertujuan untuk memastikan semua alat dan bahan pemilu tiba dengan baik dan tepat waktu. Dalam persiapannya, KPU juga telah menetapkan Daftar Pemilih Tetap (DPT) untuk Pilkada DKI Jakarta di Jakarta Selatan, yang mencakup 1.748.961 pemilih. Dari jumlah tersebut, 855.957 merupakan laki-laki dan 893.004 adalah perempuan. Untuk mendukung pelaksanaan pemungutan suara, akan tersedia sebanyak 3.270 Tempat Pemungutan Suara (TPS) di wilayah tersebut. Di DKI Jakarta secara keseluruhan, DPT mencapai 8.214.007 pemilih dengan jumlah TPS sebanyak 14.935. Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Pilkada, debat pertama calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta akan dilaksanakan pada tanggal 6 Oktober 2024 di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, dan dijadwalkan mulai pukul 19.00 WIB. Tiga pasangan calon (paslon) yang telah ditetapkan untuk maju dalam Pemilihan Kepala Daerah DKI Jakarta adalah Pramono Anung-Rano Karno (Pram-Doel), Ridwan Kamil-Suswono (RIDO), dan Dharma Pongrekun-Kun Wardana (Dharma-Kun) yang berasal dari jalur independen. ANTARA