PONTIANAK –
**Borneonews - Pontianak**, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pontianak, Kalimantan Barat, mengumumkan persiapan posko untuk layanan pindah memilih di seluruh kampus yang ada di Kota Pontianak. Ini merupakan inisiatif untuk memastikan agar pemilih, terutama mahasiswa yang berasal dari luar daerah, dapat menyalurkan hak suaranya secara efektif dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024. Menurut Ketua KPU Pontianak, David Teguh, kerjasama telah dijalin dengan beberapa institusi pendidikan untuk membuka posko layanan tersebut. Hal ini diharapkan dapat memudahkan mahasiswa, yang terdaftar sebagai pemilih, untuk menggunakan hak suaranya dalam pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Barat. David menjelaskan bahwa berdasarkan pengalaman pada Pemilu sebelumnya, terdapat sekitar 1.400 mahasiswa yang melakukan pindah memilih dari daerah asal mereka ke Pontianak demi melanjutkan pendidikan. Oleh karena itu, KPU akan menempatkan petugas dari Panitia Pemungutan Suara (PPS) atau Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) di setiap kampus untuk menyediakan layanan pindah memilih. Sosialisasi mengenai proses pindah memilih juga tengah digencarkan, terutama di kalangan masyarakat yang bekerja maupun menempuh pendidikan. Ini adalah langkah strategis KPU untuk menghubungkan masyarakat dengan hak suara mereka di Pilkada mendatang. Target sosialisasi tidak hanya terfokus pada mahasiswa, tetapi juga mencakup pekerja di perusahaan maupun instansi pemerintah. KPU berharap semua peserta, baik warga kampus maupun pekerja, dapat menyalurkan suara mereka pada saat pemungutan suara. Batas waktu untuk mengurus pindah memilih bagi sebelas kategori pemilih telah ditentukan hingga 28 Oktober 2024. Sementara itu, ada empat kategori pemilih khusus—yaitu tahanan, rehabilitasi narkoba, korban bencana alam, dan petugas pemungutan suara—yang dapat melakukan proses pindah memilih hingga tujuh hari sebelum pemungutan suara dilaksanakan. David menekankan bahwa untuk proses pindah memilih sangatlah mudah. Pemilih hanya perlu memastikan bahwa mereka berada dalam satu provinsi dan mengunjungi PPS atau PPK atau kantor KPU di tempat tinggal mereka di Kota Pontianak. Mereka diharuskan membawa bukti yang mendukung alasan untuk pindah memilih. Selain itu, KPU juga akan melakukan upaya jemput bola di kampus-kampus untuk meningkatkan partisipasi pemilih. Menurut data daftar pemilih tetap (DPT) untuk Pilkada 2024, jumlah pemilih di Kota Pontianak tercatat sebanyak 489.208. Dari jumlah tersebut, 239.089 adalah pemilih laki-laki dan 250.119 adalah pemilih perempuan. Dalam Pilkada Pontianak, terdapat dua pasangan calon yang akan bertarung, yaitu petahana Edi Rusdi Kamtono-Bahasan dengan nomor urut 1 dan pasangan Mulyadi-Harti Hartidjah dengan nomor urut 2. Sementara untuk Pilkada Kalimantan Barat 2024, terdapat tiga pasangan calon, yaitu Sutarmidji-Didi Haryono (nomor urut 1), Ria Norsan-Krisantus Kurniawan (nomor urut 2), serta Muda Mahendrawan-Jakius Sinyor (nomor urut 3). ANTARA