BORNEONEWS, Muara Teweh - Dalam memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-71, Kelurahan Montallat II, kecamatan Montallat menyelenggarakan upacara penaikan bendera merah putih dengan segala keterbatasan.

Keterbatasan tersebut berupa lapangan upacara yang hanya memanfaatkan lahan kosong yakni taman Bungur Raja Akik Gazali Montallatua yang berada di dekat sungai atau biasa disebut Gosong oleh orang sekitar. Selain itu juga, tiang bendera hanya terbuat dari pohon pinang

Namun semangat dan antusias warga sangatlah tinggi untuk memperingati penaikan bendera merah putih.

Peserta upacara itu adalah para pelajar dSD, SMP, SMA, PNS, tokoh masyarakat dan warga sekitar yang juga ikut memeriahkan peringatan tersebut.

Inspektur upacara dipimpin langsung oleh Lurah Montallat II Alwater. Ia mengatakan, masih banyak pembangunan yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat dari sektor pendidikan, infrastruktur, pertanian dan telekomunikasi.

Alwater, menjelaskkan dari sektor pendidikan, masyarakat mengharapkan pembangunan gedung SMA Persiapan 2 Montallat dan juga penegerian SMA tersebut. Sudah 12 tahun SMA itu hanya memakai gedung Madrasyah Tsanawiyah. Masyarakat sudah menghibahkan tanah mereka untuk penunjangan pembangunan gedung yakni sekitar satu hektar. 

“Anak siswa yang ada bukan hanya dari kelurahan Montallat II, akan tetapi juga dari desa sekitar seperti Malungai, Rarawa, Walur dan Panarukan" terangnya usai Upacara pengibaran Bendera Merah Putih, Rabu (17/8/2016).

Selain itu juga, pembangunan gedung TK PAUD Montallat Jaya yang sudah dua tahun berjalan, namun belum memiliki gedung. "Proses belajar mengajar harus dilakukan di rumah warga, dan tanah untuk pembangunan sudah tersedia" jelasnya.

Dari sektor infrastruktur, masyarakat menginginkan adanya pelebaran jalan utama atau rigit cor beton. Kelurahan Montallat II merupakan pintu gerbang lintas kecamatan dan provinsi. Serta pembukaan jalan diseberang kelurahan Montallat II menuju Kelurahan Montallat I. 

"Apabila jalan tersebut dibuka dan ada perbaikan, maka jalan tersebut merupakan akses lintas Kelurahan Montallat I ke Kecamatan di Tumpung Laung, serta jalan tembus ke Pendang, Kabupaten Barsel dan lintas Provinsi Kalteng tepatnya Palangka Raya.

Dari sektor pertanian juga, Alwater mengharapkan pembukaan lahan baru. Dengan adanya pembukaan lahan baru ini dan penataan lahan primer dan pengeringan akan membawa hasil yang baik untuk tanaman Padi, jagung dan kedele (Pajale). 

"Semua masyarakat mendukung tanpa ganti rugi karena hasil bumi seperti karet dan rotan mengalami penurunan yang drastis,” ingkapnya.

Ia menambahkan, dari sektor telekomunikasi, Kelurahan Montallat mengusulkan untuk pembangunan base tranciever station (BTS) yang diusulkan oleh lima (5) ketua RT dan disukung penuh oleh seluruh warga. (RAMADANI/m)