**Borneonews - Garut**, Sekretaris Daerah Pemerintah Kabupaten Garut, Nurdin Yana, mengungkapkan bahwa dua sekolah yang mengalami kerusakan akibat gempa bumi di Kecamatan Pasirwangi kini siap untuk dibangun kembali. Pembangunan tersebut direncanakan akan rampung dalam waktu dua bulan dengan struktur yang lebih kokoh.
Nurdin mengharapkan bahwa proses rekonstruksi dapat diselesaikan tepat waktu. "Mudah-mudahan hanya memerlukan waktu dua bulan untuk membangun atau merekonstruksi bangunan SD tersebut," ungkapnya di Garut.
Pemerintah Kabupaten Garut berkolaborasi dengan Yayasan Bakti Barito serta Yayasan Kitabisa dan Star Energy dalam upaya rekonstruksi dua sekolah yang terdampak, yaitu SD Negeri Barusari 3 dan 4 yang berada di Kecamatan Pasirwangi. Kerja sama ini merupakan bentuk kepedulian yayasan dan perusahaan untuk membantu pemerintah daerah menanggulangi kerusakan akibat gempa, khususnya dalam memperbaiki fasilitas pendidikan agar dapat segera digunakan kembali untuk kegiatan belajar mengajar.
"Saya kira ini sangat penting bagi kita. Dalam kondisi terbatasnya anggaran, alhamdulillah Yayasan Bakti Barito siap untuk membangun secara penuh," tambah Nurdin.
Nurdin juga menjelaskan bahwa rencana pembangunan sudah dibahas secara komprehensif dengan pihak yayasan, yang mencakup persiapan serta regulasi yang diperlukan agar proyek tersebut dapat berjalan lancar. Pemkab Garut akan menerbitkan surat izin yang diperlukan untuk pembongkaran dua sekolah tersebut, sehingga proses pembangunan bisa segera dimulai.
"Hanya setelah izin bongkar dikeluarkan, kita akan bersama masyarakat untuk meruntuhkan bangunan lama, dan setelah area tersebut steril, baru mereka bisa mulai pengerjaan," jelasnya.
Dalam hasil rapat, pihak yayasan berkomitmen untuk menyelesaikan pembangunan satu sekolah dalam waktu satu bulan, sedangkan untuk dua sekolah, ditargetkan selesai dalam dua bulan. Proyek revitalisasi ini merupakan langkah awal pemerintah dalam memperbaiki kondisi pendidikan di wilayah yang terdampak gempa, walaupun data menunjukkan bahwa total ada 21 sekolah yang mengalami kerusakan.
Nurdin menambahkan bahwa untuk sekolah-sekolah lainnya, akan diajukan proposal perbaikan kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) guna memastikan semua sekolah yang terdampak dapat segera berfungsi kembali dengan aman dan nyaman. "Sebenarnya ada 21 SD yang mengalami masalah akibat gempa, tetapi alhamdulillah dua sudah siap ditangani," tutupnya.
ANTARA
Dua Sekolah di Garut Yang Rusak Akibat Gempa Akan Diperbaiki
Bagikan:

BANDUNG –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya Evaluasi Pelaksanaan PJJ di Tengah Kabut Asap
Ini 2 Lokasi Depot Air Gratis di MB Ketapang Sampit
Oli Berceceran di Bundaran Besar Jalan Pemuda Kapuas
Anak Beruang Madu yang Terpisah dari Induknya Diselamatkan Warga Seruyan
Meski Awal Musim Hujan di Kapuas Diprediksi November, El Nino Berpotensi Kurangi Intensitas Hujan hingga 2027
Induk Orangutan Terluka Tetap Jaga Anaknya di Tengah Kepungan Karhutla Desa Kandan Kotim
Komentar (0)
Memuat komentar…







