DENPASAR –
**Borneonews - Buleleng**, Penjabat Gubernur Bali, Sang Made Mahendra Jaya, telah meminta agar pemanfaatan menara pemancar Turyapada Tower yang terletak di Desa Pegayaman, Sukasada, Buleleng dapat segera direalisasikan. Menara ini telah menyelesaikan tahap pertama konstruksinya secara penuh. Dalam keterangannya, Sang Made menekankan pentingnya aset tersebut untuk segera digunakan. "Menara ini telah selesai 100 persen pada tahap pertama, dan saya berharap agar aset berharga milik pemerintah provinsi ini bisa segera dimanfaatkan," ujarnya dalam keterangan yang diterima di Denpasar. Ia juga mengungkapkan rencananya untuk melaksanakan *soft launching* menara pemancar tersebut agar fungsinya dapat dioptimalkan. "Kita tidak ingin aset yang sudah selesai dibangun dibiarkan tidak terpakai dan menjadi rusak," katanya lebih lanjut. Pengoperasian menara pemancar ini sangat dinanti-nanti oleh masyarakat Buleleng, apalagi mengingat keberadaan menara ini juga diharapkan dapat menjadi destinasi wisata baru. Menara ini diharapkan dapat mengatasi masalah *blank spot* siaran televisi yang selama ini mengharuskan penduduk setempat menggunakan parabola. Berbeda dengan Denpasar, masyarakat Buleleng sering mengalami kesulitan dalam mendapatkan siaran televisi tanpa menggunakan parabola. "Siaran televisi tanpa parabola sangat ditunggu oleh masyarakat Buleleng karena mereka telah lama mengalami *blank spot*. Kehadiran Turyapada Tower diharapkan menjadi solusi utama untuk permasalahan ini," jelas Sang Made. Menara tersebut memiliki tinggi 146 meter dan bertujuan tidak hanya untuk kepentingan bisnis, tetapi yang paling penting adalah memberikan akses agar masyarakat dapat menikmati siaran televisi tanpa mengalami *blank spot*. "Fasilitas ini bukan semata-mata demi keuntungan bisnis, tetapi untuk kepentingan masyarakat. Jika nantinya ada sistem penyewaan pemancaran, itu menjadi nilai tambah yang juga memberikan pendapatan bagi pemerintah provinsi Bali," tambahnya. Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Bali, I Gede Agus Astapa, mengungkapkan bahwa setelah tahap satu selesai, penyelenggara MUX telah menjadwalkan uji coba. Dia berharap keempat penyelenggara MUX, yaitu ANTV, Metro TV, Nusantara TV, dan TVRI, dapat segera memanfaatkan menara ini. "Sudah ada komunikasi dengan para penyelenggara MUX, dan mereka secara prinsip menyambut baik keberadaan Turyapada Tower ini. Dengan lokasi yang strategis dan berada di ketinggian, daya pancarnya diharapkan dapat menjangkau wilayah Bali Utara, Barat, dan Timur," tuturnya. KPID Bali juga menyatakan bahwa mulai hari ini, ANTV akan melaksanakan uji coba siaran *dummy* langsung dari Turyapada Tower selama 20 hari. "Jika tidak ada kendala, maka langkah uji coba ini akan dilanjutkan oleh penyelenggara MUX lainnya," tegas Agus. ANTARA