YOGYAKARTA –
**Borneonews - Sleman,** Pjs Bupati Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kusno Wibowo, menekankan pentingnya kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) sebagai upaya kolaboratif antara pemerintah dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Dalam sambutannya saat membuka TMMD Sengkuyung tahap IV, ia berharap program ini dapat menjadi solusi bagi berbagai permasalahan yang ada di tingkat wilayah, termasuk peningkatan sarana irigasi, ketersediaan air bersih, serta sanitasi yang memadai. Kegiatan ini resmi dibuka dengan simbolis pemukulan gong oleh Pjs Bupati Sleman, dilanjutkan dengan penyerahan alat kerja kepada masyarakat. Dalam kesempatan tersebut, Kusno Wibowo bersama rombongan melakukan peninjauan lokasi kegiatan TMMD yang terletak di Padukuhan Tanen. TMMD Sengkuyung tahap IV memiliki dua jenis kategori kegiatan. Pertama, untuk sasaran fisik, program ini mencakup pembangunan talud jalan sepanjang 1.200 meter, pembukaan jalan dengan panjang 600 meter, serta pembuatan pos keamanan (pos kamling). Kedua, untuk sasaran nonfisik, terdapat penyuluhan mengenai pencegahan stunting, wawasan kebangsaan, serta berbagai isu seperti kamtibmas, penyalahgunaan narkoba, kejahatan jalanan, dan bullying. Kusno Wibowo menekankan pentingnya kolaborasi antara TNI dan Pemerintah Kabupaten Sleman dalam percepatan pembangunan serta peningkatan infrastruktur yang bertujuan untuk kesejahteraan masyarakat. “Kegiatan nonfisik diharapkan dapat menjadi pendorong untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” ujarnya. Lebih lanjut, ia berharap dampak dari kegiatan TMMD Sengkuyung akan mendukung pengembangan kalurahan di Kabupaten Sleman untuk mencapai status mandiri. Hal ini mencakup aspek ketahanan pangan, aksesibilitas yang baik, serta lingkungan yang sehat. Komandan Kodim 0732/Sleman, Letkol Inf M Zainollah, menambahkan bahwa TMMD Sengkuyung tahap IV ini akan berlangsung dari tanggal 2 hingga 31 Oktober 2024. Ia menekankan bahwa kegiatan ini diharapkan tidak hanya memberikan dampak fisik dalam pembangunan, tetapi juga mempertahankan budaya gotong royong di kalangan masyarakat. “Budaya gotong royong antara TNI, Kepolisian, dan masyarakat merupakan hal yang mungkin terlihat sepele namun memiliki dampak yang besar terhadap kehidupan sosial masyarakat. Oleh karena itu, kegiatan ini sangat penting dan harus terus diperkuat,” pungkas Jenderal Zainollah. ANTARA