PALU –
**Borneonews - Palu**, Satgas Operasi Madago Raya yang berada di bawah naungan Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tengah, berhasil menyita sejumlah senjata api dan bahan peledak rakitan selama pelaksanaan tahap III operasi tersebut. Kegiatan pengamanan ini berlangsung dari bulan Juli hingga September 2024. Kepala Operasi (Kaops) Madago Raya Polda Sulteng, Kombes Pol. Boy F.S. Samola, menjelaskan bahwa sebanyak empat pucuk senjata api dan empat bom rakitan berhasil diamankan. Selain itu, mereka juga menerima penyerahan senjata dari masyarakat. "Satgas Madago Raya berhasil mengamankan dan menerima sejumlah senjata api, bom rakitan, serta ratusan amunisi dalam operasi tahap III ini," jelasnya. Operasi Madago Raya bertujuan untuk mendorong pemeliharaan keamanan, di samping melakukan kegiatan deradikalisasi dan kontra terorisme. Operasi ini menekankan pada upaya preemtif dan preventif, yang bertujuan untuk mencegah penyebaran paham radikal dan terorisme. Operasi ini dilaksanakan di wilayah Polda Sulawesi Tengah dan terbagi dalam empat tahap selama tiga bulan untuk setiap tahapnya. Tahap III dari Operasi Madago Raya berlangsung dari bulan Juli hingga September 2024. Dalam pelaksanaan operasi ini, sejumlah senjata yang berhasil diamankan termasuk tiga pucuk senjata api rakitan laras panjang dan satu pucuk senjata rakitan laras pendek. Selain itu, satu senapan angin jenis PCP beserta teleskop serta berbagai jenis amunisi dengan total mencapai 136 butir juga berhasil disita, di samping empat bom rakitan. Selama fase ketiga yang berlangsung dari Juli hingga September 2024, Satgas Operasi Madago Raya berhasil melampaui target yang telah ditetapkan sebelumnya. "Kami melibatkan 253 personel, termasuk anggota TNI, dalam empat satgas. Operasi ini awalnya menargetkan 8.754 kegiatan, namun pada akhir periode, kami mencapai 11.195 kegiatan," ungkap Kombes Pol. Boy. Ia menyatakan bahwa semua kegiatan operasi dijalankan dengan baik dan bahkan melampaui jumlah yang telah ditargetkan. Keberhasilan ini merupakan bukti komitmen Polda Sulteng dalam menjaga stabilitas keamanan dan kedamaian, serta mencegah berkembangnya paham radikalisme di empat kabupaten yang menjadi fokus operasional. "Dengan hasil ini, Operasi Madago Raya Tahap III tidak hanya memperkuat stabilitas keamanan, tetapi juga menunjukkan bahwa upaya rekonsiliasi dan pemulihan dapat berjalan seiring dalam rangka menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia," tambahnya. Selanjutnya, Operasi Madago Raya akan dilanjutkan ke tahap IV mulai dari tanggal 1 Oktober hingga 31 Desember 2024. ANTARA