JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Pemerintah Indonesia berencana untuk membentuk satuan tugas guna mempercepat proses penghapusan penggunaan merkuri di dalam negeri. Langkah ini diambil sebagai upaya intensifikasi pengawasan dan pengembangan riset terkait pengendalian merkuri, yang dikenal berbahaya bagi kesehatan dan lingkungan. Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Alue Dohong, menjelaskan inisiatif ini dalam sebuah pertemuan yang berlangsung di Jakarta. Ia mengarahkan perhatian pada pentingnya kolaborasi antara Kementerian LHK dan berbagai instansi lain, termasuk Kementerian Perdagangan, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Kepolisian Republik Indonesia, serta Kejaksaan Agung. Upaya penguatan ini diharapkan dapat meningkatkan tata kelola dan pengawasan, terutama di sektor pertambangan emas, yang diperlukan untuk memastikan kegiatan tersebut memenuhi standar yang baik dan berizin. Menurut Alue, penguatan koordinasi ini bertujuan untuk memberikan dampak yang signifikan dalam upaya penghapusan merkuri. Indonesia juga telah mengambil langkah lebih jauh dengan meratifikasi Konvensi Minamata pada tahun 2017, yang merupakan perjanjian internasional yang mengatur penggunaan merkuri demi perlindungan kesehatan dan lingkungan. Disamping itu, pemerintah telah meluncurkan Rencana Aksi Nasional Pengurangan dan Penghapusan Merkuri (RAN-PPM) yang ditujukan untuk mengurangi pemakaian merkuri di berbagai sektor, seperti industri manufaktur, energi, pertambangan emas skala kecil, serta sektor kesehatan. Dalam sektor kesehatan, Kementerian LHK gencar melakukan penarikan alat-alat medis yang mengandung merkuri, kegiatan ini dijadwalkan berlangsung hingga akhir tahun 2025. Terkait dengan pertambangan, Alue mengungkapkan bahwa kementerian telah membuka sepuluh lokasi pengelolaan emas yang bebas dari merkuri di sejumlah daerah di Indonesia. "Kami berkomitmen untuk meningkatkan kegiatan ini dan akan melakukan *scale up* di masa mendatang. Ini bagian dari resolusi kami, untuk tidak hanya melarang penggunaan merkuri, tetapi juga memberikan opsi dan solusi yang lebih baik untuk masa depan," tegas Alue Dohong dalam pernyataannya. ANTARA