JAKARTA –
**Borneonews - Kudus,** Sebuah program percobaan untuk *Free Nutritious Meals Program* atau Program Makanan Bergizi Gratis tengah dilaksanakan di 316 sekolah yang tersebar di enam kota dan satu kabupaten. Hal tersebut disampaikan oleh Nevy Dwi Soesanto, anggota Dewan Pertimbangan Presiden Indonesia. Pada acara seremonial peluncuran percobaan program tersebut yang berlangsung di Sekolah Menengah Pertama Islam Negeri (MTs) 1 Kudus, yang terletak di Kecamatan Kudus, Jawa Tengah, ia menyatakan bahwa percobaan ini ditujukan bagi sekitar 134.959 siswa dari tingkat SD dan SMP. Nevy menjelaskan bahwa beberapa daerah yang mengambil bagian dalam percobaan ini termasuk Kota Surakarta, Kota Salatiga, dan Kabupaten Kudus. Di Kudus sendiri, percobaan dijalankan untuk 2.599 siswa di beberapa sekolah, seperti MTs 1 Kudus, SMP 1 Gebog, SD 2 Wergu Wetan, serta Sekolah Dasar Islam Umar bin Khattab. Ia juga menekankan bahwa Program Makanan Bergizi Gratis yang diinisiasi oleh calon presiden Prabowo Subianto ini tidak hanya bertujuan untuk memberikan makanan bergizi kepada anak-anak sekolah, tetapi juga sebagai upaya mendukung cita-cita Indonesia Emas 2045. Lebih lanjut, Soesanto menyatakan bahwa melalui percobaan ini, pemerintah berharap dapat mengidentifikasi hal-hal yang perlu diperbaiki untuk menjamin pelaksanaan program pada tahun depan berjalan dengan lancar tanpa kendala. Ia menekankan pentingnya menjaga kebersihan dan kenyamanan tempat penyediaan makanan, agar tidak terjadi kontaminasi yang dapat menyebabkan penyakit. “Sejauh ini, kami belum menemukan permasalahan sejak dimulainya percobaan ini pada tanggal 30 September 2024 di Kudus,” tuturnya. Namun, ia mengingatkan pemerintah Kabupaten Kudus untuk terus melakukan supervisi terhadap kualitas pelaksanaan program. Sementara itu, M. Hasan Chabibie, Kepala Dinas Kabupaten Kudus, menyatakan bahwa pemerintah daerah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp147 juta untuk menjalankan percobaan ini, dengan dukungan dari beberapa perusahaan swasta. Ia menambahkan bahwa pemerintah kabupaten sudah menyiapkan inventarisasi data mengenai jumlah anak sekolah yang akan menerima makanan bergizi gratis pada tahun yang akan datang. "Kami akan berkoordinasi dengan pemerintah pusat karena data ini akan berpengaruh pada perhitungan anggaran di tingkat nasional," ujarnya. ANTARA