JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar, Sarmuji, mengonfirmasi bahwa Meutya Hafid, seorang anggota DPR RI yang juga menjabat sebagai Ketua Komisi I DPR untuk periode 2019–2024, termasuk dalam daftar calon menteri untuk kabinet yang dipimpin oleh Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka. Namun, Sarmuji masih enggan mengungkapkan posisi kementerian yang mungkin akan dipimpin oleh Meutya Hafid. Ia menyatakan, "Yang jelas, Bu Meutya dimasukkan dalam daftar usulan, tetapi posisinya seperti apa, nanti presiden terpilih yang menentukan." Pernyataan ini disampaikan Sarmuji pada saat wawancara di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. Disamping nama Meutya Hafid, Sarmuji juga menolak untuk memberikan rincian mengenai kader Partai Golkar lainnya yang diperkirakan akan bergabung dalam kabinet tersebut. Ia menambahkan, "Kami telah mengidentifikasi kader-kader berkualitas yang siap untuk mengisi posisi di kabinet. Namun, keputusan akhir tentang siapa yang akan masuk menjadi hak prerogatif Bapak Prabowo." Sarmuji menegaskan bahwa penyusunan komposisi kabinet merupakan wewenang penuh presiden terpilih. Ia juga menambahkan, Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, telah berkomunikasi dengan Prabowo Subianto mengenai susunan kabinet yang akan datang. "Di internal Golkar sudah ada komunikasi yang berjalan. Ketua Umum telah mendiskusikan hal ini dengan Pak Prabowo, namun keputusan akhir ada di tangan beliau. Kami tidak bisa mendahului keputusan Pak Prabowo," ungkap Sarmuji. Sebelumnya, pada hari Selasa (1/10), Menteri Komunikasi dan Informatika, Budi Arie Setiadi, memberikan tanggapan terkait desas-desus yang beredar mengenai kemungkinan pengangkatan Meutya Hafid sebagai Menteri Komunikasi dan Informatika dalam kabinet yang akan datang. "Kami mendengar informasi ini dari berbagai pihak. Kami tidak mempermasalahkannya," kata Budi Arie saat berada di Gedung Kementerian Komunikasi dan Informatika. Ia melanjutkan, "Betul. Namun, keputusan akhir mengenai hal ini sepenuhnya terserah kepada Presiden, yaitu Pak Prabowo." ANTARA