SURABAYA –
**Borneonews - Jember, Jawa Timur**, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember berkomitmen untuk melibatkan seluruh elemen masyarakat dalam upaya mitigasi terhadap potensi ancaman gempa bumi dan tsunami megathrust. Ancaman tersebut berpotensi menghantui wilayah pesisir selatan kabupaten ini. Pjs Bupati Jember, Imam Hidayat, dalam sambutannya saat membuka forum diskusi kelompok (FGD) terkait siaga bencana megathrust, yang berlangsung di aula PB Sudirman, menyatakan bahwa Jember terletak di kawasan rawan bencana alam, khususnya gempa bumi. Hal ini menjadikan kabupaten ini rentan terhadap gempa berkekuatan besar yang dapat menyebabkan kehancuran infrastruktur, kerugian ekonomi, serta dampak sosial yang serius. Imam Hidayat menekankan pentingnya meningkatkan kesadaran masyarakat akan mitigasi bencana dan kesiapsiagaan terhadap kemungkinan terjadinya gempa bumi megathrust. Ia menegaskan bahwa fenomena alam ini seringkali diiringi oleh tsunami yang bisa berdampak langsung pada daerah pesisir selatan Jember. Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa meskipun semua unsur terkait bencana megathrust sudah siap untuk melakukan mitigasi, koordinasi antar pihak sangat diperlukan. Hal ini penting agar semua unsur yang terlibat dapat menjalankan fungsinya dengan optimal di lapangan. Dalam upaya tersebut, perlu adanya penyusunan standar operasional prosedur (SOP) dan peta mitigasi bencana oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Imam Hidayat juga memaparkan bahwa BPBD mampu menyelesaikan *timeline* kegiatan ini dalam waktu dua minggu sehingga dapat segera diimplementasikan. Kepala BPBD Jember, Widodo Julianto, menambahkan bahwa terdapat beberapa kecamatan di Jember yang berpotensi terkena dampak bencana gempa bumi megathrust, terutama di daerah pesisir. Kecamatan yang dimaksud meliputi Tempurejo, Ambulu, Wuluhan, Puger, Gumukmas, dan Kencong. Menurutnya, terdapat 12 desa di enam kecamatan ini yang berisiko terdampak, dan dampak gempa bumi juga mungkin meluas hingga desa lainnya. Dengan demikian, Widodo Julianto berharap keterlibatan seluruh pihak dalam mitigasi bencana gempa bumi megathrust, karena hal ini bukan hanya tugas BPBD semata. Ia menekankan bahwa penanganan bencana merupakan tanggung jawab bersama, dan kolaborasi dari seluruh lapisan masyarakat, ditambah penguatan desa tangguh bencana sangat diperlukan untuk menghadapi potensi bencana megathrust tersebut. ANTARA