SURABAYA –
**Borneonews - Surabaya**, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Timur berkomitmen untuk memperkuat sosialisasi mengenai Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024, khususnya bagi penyandang disabilitas di wilayahnya. Upaya ini bertujuan untuk memastikan bahwa semua pemilih, termasuk mereka yang memiliki keterbatasan, dapat menyalurkan hak suara mereka secara efektif. Ketua KPU Jawa Timur, Aang Khunaifi, menyatakan bahwa pihaknya akan meningkatkan kegiatan sosialisasi kepada penyandang disabilitas. Dia mencatat bahwa sosialisasi ini telah dilaksanakan di beberapa daerah seperti Tuban dan Bojonegoro, dan kini KPU akan merangkul daerah-daerah lainnya yang belum terjangkau. Aang menjelaskan bahwa selama proses pemutakhiran data pemilih, KPU telah memberikan perhatian khusus kepada penyandang disabilitas. Data pemilih yang bersangkutan telah ditandai dengan kode yang menunjukkan jenis disabilitas mereka. "Hal ini memungkinkan kami untuk memberikan perlakuan khusus di Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang sesuai dengan kebutuhan mereka," ujarnya. Sebagai tambahan, Aang menyampaikan bahwa KPU Jawa Timur telah menetapkan kebijakan mengenai alat bantu untuk para penyandang disabilitas. Saat ini, perhatian lebih diberikan kepada penyandang disabilitas yang mengalami kebutaan. Namun, lanjutnya, ketentuan dalam regulasi juga memperhatikan kebutuhan penyandang disabilitas lainnya, seperti tunadaksa. Dalam aturan yang ada, disabilitas lain diperbolehkan untuk didampingi oleh anggota keluarga saat memberikan suara. Aang juga menuturkan bahwa penyandang disabilitas menghadapi beberapa kendala dalam proses pemilu, terutama terkait dengan pendataan dan lokasi pemungutan suara. Dia mengungkapkan bahwa tantangan utama adalah belum adanya data yang sepenuhnya valid mengenai posisi mereka, terutama ketika ada informasi yang tidak disampaikan oleh anggota keluarga saat proses pendataan pemilih. Sebagai catatan, Daftar Pemilih Tetap (DPT) untuk Pilkada Jawa Timur meliputi total 31.820.418 pemilih. Dari jumlah tersebut, terdapat 15.410.935 pemilih laki-laki dan 15.869.483 pemilih perempuan. Dalam Pilkada Jawa Timur 2024, akan ada tiga pasangan calon gubernur dan wakil gubernur yang bertarung, yaitu Luluk Nur Hamidah bersama Lukmanul Khakim, Khofifah Indar Parawansa dengan Emil Elestianto Dardak, serta Tri Rismaharini berpasangan dengan KH Zahrul Azhar Asumta (Gus Hans). Jadwal pemungutan suara untuk Pilkada Serentak 2024 telah ditetapkan akan berlangsung pada 27 November, diikuti dengan penghitungan suara dan rekapitulasi hasil yang berlangsung dari 27 November hingga 16 Desember 2024. ANTARA