**Borneonews - Jayapura**, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Papua mempersiapkan untuk mempresentasikan kopi khas daerah tersebut dalam acara *Specialty Coffee Association of Japan* (SCAJ) yang akan diadakan di Tokyo pada tanggal 9 hingga 11 Oktober 2024.
Kepala BI Papua, Faturachman, mengungkapkan bahwa partisipasi ini merupakan hasil kerjasama yang erat antara BI dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tokyo, Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Osaka, serta Indonesia House of Beans di Tokyo.
"Melalui kegiatan ini, kami berharap untuk memperkuat brand awareness kopi Papua dan menciptakan berbagai kesepakatan perdagangan yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi serta meningkatkan kesejahteraan para petani kopi," jelasnya.
Faturachman juga menekankan bahwa keikutsertaan kopi Papua dalam event internasional ini merupakan bentuk dukungan berkelanjutan dari BI terhadap pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), yang diharapkan dapat memberikan kontribusi pada sumber pertumbuhan ekonomi baru di wilayah tersebut.
Kopi Papua dikenal memiliki keunikan tersendiri. Oleh karena itu, BI berkomitmen untuk terus mendorong pengembangan komoditas unggulan ini melalui kerjasama dengan berbagai pihak. Pendekatan yang digunakan dalam pengembangan ini melibatkan skema pentahelix, yang meliputi kolaborasi antara pemerintah, BI, komunitas kopi, akademisi, pelaku usaha, dan media.
Dalam rangka mendukung pengembangan kopi Papua, Kantor Perwakilan BI Papua melakukan serangkaian upaya, di antaranya adalah memperkuat kelembagaan dengan memfasilitasi pembentukan koperasi produsen kopi. Ada pula fokus pada peningkatan kompetensi produksi di hulu melalui penerapan *best practice* dalam *standard operating procedure* (SOP).
Faturachman menjelaskan bahwa pengelolaan yang baik pada perkebunan kopi juga menjadi perhatian. Optimalisasi pasca panen menjadi penting dengan meningkatkan kompetensi serta menyediakan sarana dan prasarana yang dibutuhkan. Selain itu, membuka wawasan dan pengetahuan bagi para pelaku di sisi hilir mengenai standar internasional juga menjadi bagian dari upaya ini.
Dia menambahkan, selain itu juga terdapat perhatian pada pengelolaan laporan keuangan secara sederhana. BI memfasilitasi promosi perdagangan serta menciptakan peluang *business matching* untuk kopi Papua. Tujuannya adalah agar akses pasar baik nasional maupun internasional dapat diperluas, sehingga mendatangkan manfaat lebih besar bagi para pelaku usaha kopi di Papua.
ANTARA
Kopi Papua Siap Tampil di Acara Internasional di Tokyo
Bagikan:

JAYAPURA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Tavares Soroti Penyelesaian Akhir Persebaya Usai Kalah dari PSM
Aliansi Masyarakat Kalteng Melawan Sampaikan Poin Tuntutan
DPKP Kotim Serahkan STD-B kepada Desa Bukit Indah, Data Pekebun Sawit Swadaya Diperkuat
Bobon Santoso Sajikan 3.000 Porsi Makanan untuk Petugas dan Warga Terdampak Karhutla di Tumbang Nusa
Jejak Kreativitas Penulis Kalteng Terabadikan dalam Buku Jejak Tutur di Punggung Aksara
Puncak BIK 2026 di Kobar, Pemkab Dorong Akses Keuangan Menjangkau UMKM hingga Desa
Komentar (0)
Memuat komentar…







