BANDUNG –
**Borneonews - Bandung**, Calon Gubernur Jawa Barat, Ahmad Syaikhu, menekankan pentingnya budaya Sunda yang bersifat lembut dalam upaya membangun konektivitas dan kerjasama di Provinsi Jawa Barat. Menurutnya, budaya ini berpotensi menumbuhkan kelembutan dalam hati setiap individu, yang pada gilirannya akan mempengaruhi dinamika sosial dalam masyarakat. Syaikhu menyatakan, "Dengan meresapi dan menanamkan kebudayaan Sunda, kita dapat mengutamakan penyelesaian masalah secara musyawarah dan kekeluargaan, daripada mengambil pendekatan yang konfrontatif." Dia juga menambahkan bahwa kita harus menjaga warisan kebudayaan dari leluhur yang mengajarkan konsep *silih asah, silih asih, silih asuh*, yang diyakininya sebagai pondasi bagi terjalinnya persaudaraan abadi dalam masyarakat. Salah satu ungkapan yang dia sampaikan adalah, "*Sawargi Salamina*," yang mencerminkan nilai-nilai tersebut. Dalam konteks aspirasi yang diusung oleh komunitas Gesantara, yang merupakan kumpulan pencinta budaya Sunda, Syaikhu menegaskan komitmen untuk melestarikan budaya Sunda dalam segala aspek. Mereka ingin memastikan bahwa budaya tersebut tetap terjaga dalam wujud utuhnya serta mampu menjaga tali persaudaraan di seluruh tanah air, meskipun banyak orang Sunda yang kini tinggal di berbagai daerah seperti Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi. Ketua Gesantara, Hendra Gunawan, ikut menjelaskan alasan di balik dukungan mereka terhadap pasangan calon Ahmad Syaikhu dan Ilham Akbar Habibie dalam Pilgub Jawa Barat 2024. Menurut Hendra, pilihan tersebut didasari oleh kesamaan visi dalam pelestarian budaya di tanah Sunda. "Pemilihan pasangan Asih merupakan bagian dari proses yang sangat mengakar dalam filosofi masyarakat Sunda mengenai saling menghargai dan menjaga," ucapnya. Setelah pelaksanaan deklarasi dukungan tersebut, Hendra mengungkapkan rencana untuk melakukan konsolidasi kembali terhadap cabang-cabang Gesantara yang tersebar di sekitar 15 kabupaten dan kota di wilayah Jawa Barat. Ia memandang langkah ini sebagai upaya untuk memperkuat jaringan dan memperkuat ikatan persaudaraan di kalangan masyarakat Sunda. pilkada Provinsi Jawa Barat 2024 akan diikuti oleh empat pasangan calon. Mereka adalah Acep Adang Ruchiat-Gitalis Dwi Natarina, Jeje Wiradinata-Ronal Surapradja, Ahmad Syaikhu-Ilham Akbar Habibie, serta Dedi Mulyadi-Erwan Setiawan. Di antara keempat pasangan tersebut, Acep-Gita didukung oleh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Jeje-Ronal dicalonkan oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Syaikhu-Ilham diusung oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS), PPP, dan NasDem, sedangkan Dedi-Erwan memperoleh dukungan dari sejumlah partai besar termasuk Golkar, Demokrat, Gerindra, dan banyak lainnya. Selain itu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengatur pengeluaran dana kampanye maksimum untuk setiap pasangan calon dalam Pemilihan Gubernur Jawa Barat 2024, yang ditetapkan hingga Rp150,45 miliar. KPU juga telah merancang lokasi dan jadwal debat, yang akan digelar pada bulan November 2024 di berbagai tempat, termasuk Bogor, Bandung, dan Cirebon, serta jadwal kampanye akbar yang akan dilaksanakan berdasarkan pilihan masing-masing kontestan. ANTARA