JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Anggota DPR RI untuk periode 2024–2029, Neng Eem Marhamah Zulfa, menyatakan harapannya agar pemerintahan yang akan datang di bawah kepemimpinan Presiden Terpilih Prabowo Subianto dapat memberikan perhatian serius dalam penanganan masalah kemiskinan di tanah air. Dalam keterangan yang diterimanya, Neng Eem menekankan pentingnya memanfaatkan berbagai fasilitas konstitusional yang ada, termasuk undang-undang yang baru saja direvisi, untuk menjawab tantangan ini. Ia percaya bahwa keberadaan seorang presiden memiliki tujuan strategis dalam menyelesaikan berbagai permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat, terutama yang berkaitan dengan peningkatan kesejahteraan. Ia berpendapat bahwa presiden mempunyai tanggung jawab besar untuk mengatasi masalah-masalah yang ada di Indonesia demi kepentingan rakyat. Menurutnya, dukungan hukum dan konstitusi yang memadai saat ini menjadi modal penting bagi pemerintahan baru untuk beroperasi dengan efektif dalam kurun waktu lima tahun ke depan. Sementara itu, anggota DPR lainnya, Esti Wijayanti, juga turut mengemukakan pandangannya terkait berbagai tantangan yang masih harus dihadapi pemerintah dan DPR. Esti menggarisbawahi perlunya penyelesaian masalah sosial, seperti pengurangan angka stunting dan kemiskinan yang terus menjadi perhatian utama. Dia mencatat, meskipun berbagai upaya telah dilakukan, masih banyak warga yang terpaksa meminta-minta di tepi jalan, tinggal di tempat yang tidak layak, serta anak-anak yatim yang belum mendapatkan perhatian kebijakan dari pemerintah. Selain isu-isu kemiskinan dan stunting, Esti juga menyoroti masalah kekerasan seksual terhadap anak yang dianggap perlu mendapat penanganan serius dari pemerintah dan DPR yang baru. Dia menekankan bahwa pendekatan yang holistik diperlukan untuk mengatasi problematika tersebut secara efektif. Esti berharap, dengan kolaborasi yang kuat antara DPR dan pemerintah di masa mendatang, hasil kerja keras dapat memberikan perubahan yang signifikan bagi masyarakat. Ia optimis, selama lima tahun ke depan, mereka bisa merumuskan kebijakan yang berorientasi pada pengurangan masalah sosial yang ada. ANTARA