JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar, Sarmuji, secara tegas menolak tuduhan bahwa partainya terlibat dalam praktik "tukar guling" terkait kursi Ketua MPR RI dengan jatah kursi menteri dalam kabinet yang akan dibentuk oleh Prabowo-Gibran. Hal ini diungkapkan Sarmuji saat ditemui di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta. Dia menegaskan bahwa seandainya Partai Golkar mendapatkan banyak jatah kursi menteri, itu bukan merupakan hasil dari kesepakatan yang tidak etis, tetapi sebaliknya, karena Prabowo mengetahui kualitas dan kapasitas para kader Golkar yang memenuhi kriteria sebagai *zaken* sesuai harapannya. "Pak Prabowo sangat memahami banyak kader kami yang berkompeten," ujarnya. Sarmuji menambahkan, pencapaian Golkar dalam memperoleh posisi menteri tidak berkaitan dengan praktik pertukaran jabatan, melainkan berdasarkan pada banyaknya teknokrat yang dimiliki partai tersebut. “Kami memiliki banyak kader yang memiliki latar belakang kuat dalam teknokrasi, yang sangat relevan dengan kebutuhan pemerintahan,” jelasnya. Dia juga menyampaikan harapannya agar Partai Golkar mendapatkan lebih dari lima kursi menteri dalam kabinet Prabowo-Gibran yang akan datang. "Saya berdoa semoga lebih dari lima, meskipun kami tidak tahu berapa yang diinginkan oleh Pak Prabowo. Namun, harapan saya adalah agar Partai Golkar dapat memberikan kontribusi yang nyata bagi masyarakat," tuturnya. Sebelumnya, anggota MPR RI dari Fraksi Gerindra Ahmad Muzani menanggapi isu mengenai kemungkinan dirinya sebagai Ketua MPR RI periode 2024-2029. Dia menyatakan bahwa proses penentukan pimpinan lembaga tersebut masih berlangsung. "Tunggu, semua masih dalam proses sehingga segala sesuatunya dapat berjalan sesuai dengan mekanisme yang ada," ungkap Muzani di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta. Kursi Ketua MPR RI untuk periode 2024-2029 sebelumnya dipegang oleh Bambang Soesatyo dari Fraksi Partai Golkar. ANTARA