**Borneonews - Miyazaki, Jepang**, Tim penjinak bom dari Angkatan Darat Jepang saat ini tengah melakukan penyelidikan terkait ledakan yang terjadi di kawasan Bandar Udara Miyazaki, sebuah lokasi yang terletak di bagian barat daya Jepang, pada hari Rabu, 2 Oktober.
Sehubungan dengan insiden tersebut, landasan pacu di bandara ini terpaksa ditutup. Ledakan yang terjadi mengganggu jalur yang menghubungkan landasan pacu dengan area parkir pesawat. Meskipun insiden ini menimbulkan kepanikan, tidak ada laporan mengenai korban luka dari kejadian tersebut.
Penyebab ledakan diduga terkait dengan amunisi dari Perang Dunia II yang tidak meledak, yang kerap kali ditemukan di daerah ini. Dengan latar belakang sejarah yang panjang, wilayah ini diketahui masih menyimpan sisa-sisa dari konflik yang pernah terjadi.
Akibat dari ledakan yang mempengaruhi keselamatan, semua penerbangan yang berangkat maupun tiba di Bandara Miyazaki harus ditangguhkan. Hal ini menambah keparahan situasi bagi penumpang yang berada di bandara.
Pejabat setempat melaporkan bahwa terdapat lubang pada *taxiway* dengan ukuran yang cukup besar, yaitu diameter tujuh meter dan kedalaman mencapai satu meter. Penemuan ini menandakan dampak serius dari ledakan yang terjadi.
Pengawasan dan penanganan lebih lanjut dari tim penjinak bom dipastikan akan dilakukan untuk memastikan tidak ada ancaman lebih lanjut bagi masyarakat dan penerbangan di sekitarnya.
ANTARA
Ledakan di Bandara Miyazaki, Tim Penjinak Bom Dilibatkan
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Distribusi Masih Jadi Hambatan, Industri Komik Indonesia Dinilai Punya Potensi Besar
Iran Ancam Gunakan Taktik Baru jika AS Kembali Lancarkan Serangan
OJK Kalteng Tekankan Manfaat Nyata Inklusi Keuangan bagi Kesejahteraan Masyarakat
Dokter Jadi Tersangka Dugaan Pencabulan terhadap Anak Kandung Berusia 4 Tahun
Dampak Karhutla bagi Kesehatan Bukan Hanya Gangguan Pernapasan
Karhutla Ancam Habitat Orangutan di Kalteng, Patroli dan Evakuasi Satwa Diperkuat
Komentar (0)
Memuat komentar…







