GORONTALO –
**Borneonews - Gorontalo** Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Provinsi Gorontalo telah melaksanakan latihan gabungan untuk pertolongan dalam kecelakaan kapal di perairan Teluk Tomini. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, dimulai dari tanggal 1 hingga 3 Oktober 2024. Dalam acara ini, Direktur Kesiapsiagaan Basarnas Republik Indonesia, Noer Isrodin, menjelaskan bahwa latihan *Search and Rescue* (SAR) tersebut melibatkan sekitar 50 personel dari berbagai instansi yang beroperasi di Provinsi Gorontalo. Antara lain, peserta terdiri dari anggota Basarnas, TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Kementerian Perhubungan, tenaga kesehatan, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), serta sejumlah organisasi dan lembaga lain yang relevan. Gorontalo, dengan luas perairan yang signifikan, terutama di wilayah Teluk Tomini, menjadi area yang rentan terhadap kecelakaan maritim. Dalam konteks ini, Noer menekankan pentingnya pelatihan untuk meningkatkan koordinasi di antara semua pihak terkait yang terlibat dalam operasi SAR gabungan. Simulasi kecelakaan kapal dan teknik evakuasi serta pertolongan bagi korban menjadi agenda utama dalam latihan ini. Latihan gabungan ini diharapkan dapat menjadi platform untuk menyatukan pemahaman, pola pikir, dan prosedur dalam pelaksanaan operasi pencarian dan pertolongan di wilayah kerja KPP Gorontalo. Diharapkan pula, kegiatan tersebut dapat memperkuat jaringan koordinasi dan respons seluruh instansi serta organisasi yang ada di Gorontalo, guna menghadapi potensi kecelakaan di laut. Noer juga menyebutkan bahwa potensi SAR merupakan pilar mendasar dalam keberhasilan pelaksanaan operasi pencarian dan pertolongan. Setiap peserta mendapatkan arahan latihan yang dilengkapi dengan simulasi taktis dan simulasi lapangan di kawasan Pelabuhan Penyeberangan Gorontalo. Kegiatan ini menjadi serangkaian upaya untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi situasi darurat di laut. ANTARA