JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Alue Dohong, menegaskan harapannya agar program-program unggulan yang memiliki nilai strategis dalam bidang lingkungan dan kehutanan dapat dilanjutkan oleh pemerintahan yang baru. Dia menjelaskan pentingnya melanjutkan usaha-usaha dalam penanganan perubahan iklim, pengendalian deforestasi serta degradasi hutan, dan pengelolaan limbah. Salah satu program yang harus terus dipertahankan adalah *Forestry and Other Land Uses (FOLU) Net-Sink*, karena inisiatif ini memiliki dampak signifikan bagi bangsa. Dalam pernyataannya, Alue juga menyoroti pentingnya keberlanjutan program sekolah Adiwiyata yang telah ada sejak tahun 2006. Program ini memberikan penghargaan kepada sekolah-sekolah di seluruh Indonesia, mulai dari tingkat dasar hingga menengah atas, yang berhasil menjalankan gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah (PBLHS). Harapannya, pemerintahan baru akan terus mendorong inisiatif tersebut untuk meningkatkan kesadaran lingkungan di kalangan generasi muda. Dia menyadari bahwa pengelolaan lingkungan hidup dan kehutanan merupakan isu yang sangat kompleks. Pemerintah perlu menangani masalah ini secara bertahap melalui pelaksanaan berbagai program strategis. "Isu-isu yang berkaitan dengan lingkungan hidup dan kehutanan terus berkembang. Oleh karena itu, tidak mungkin solusi dapat diperoleh dari satu langkah kecil saja. Ada dinamika baru baik di tingkat global, regional, maupun nasional yang harus dihadapi," tutur Alue. Alue juga menyoroti tantangan global dari tiga krisis planet, yang dikenal sebagai *triple planetary crisis*. Krisis ini mencakup perubahan iklim (*climate change*), polusi (*pollution*), dan hilangnya keanekaragaman hayati (*biodiversity loss*). Menurutnya, terdapat tiga faktor utama yang berkontribusi atas adanya krisis tersebut, di antaranya adalah peningkatan populasi yang terus meningkat. Di samping itu, perubahan dalam ekonomi yang cenderung melakukan eksploitasi sumber daya alam tanpa mematuhi prinsip keberlanjutan juga menjadi penyebab. Selain itu, perubahan perilaku masyarakat yang tidak selaras juga berkontribusi terhadap krisis yang terjadi. "Krisis yang terkait dengan *climate change*, *pollution*, dan hilangnya *biodiversity* akan terus mengalami berbagai dinamika. Oleh karena itu, kita harus mampu menciptakan kebijakan dan regulasi yang tepat serta implementasi yang efektif untuk menangani masalah ini. Masalah lingkungan dan kehutanan ini bersifat *evolving*, terus berkembang," jelas Alue lebih lanjut. ANTARA