JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto baru-baru ini meresmikan lima batalyon infanteri yang diberi tugas sebagai penyangga di daerah rawan di Papua. Langkah ini merupakan bagian dari upaya penguatan ketahanan pangan yang dicanangkan oleh pemerintah. Dalam konferensi pers yang diadakan setelah acara peresmian di Lapangan Silang Monumen Nasional, Jakarta, Jenderal Agus Subiyanto menjelaskan bahwa kelima batalyon tersebut akan berkolaborasi dengan Kementerian Pertanian serta masyarakat lokal untuk menanam berbagai komoditas pangan utama, termasuk padi sebagai salah satu fokus utama. "Batalyon-batalyon ini akan beroperasi di bawah komando daerah militer yang membawahi Kodam XVIII/Kasuari dan Kodam XVII/Cenderawasih. Setiap batalyon memiliki spesifikasi khusus, di antaranya ada batalyon konstruksi dan batalyon produksi. Kami akan mengimplementasikan program pertanian di wilayah Papua, dan batalyon-batalyon ini akan memberikan dukungan yang diperlukan," ucap Panglima TNI. Lima batalyon yang diresmikan tersebut mencakup Yonif 801/Ksatria Yuddha Kentswuri yang berkedudukan di Kabupaten Keerom, Provinsi Papua; Yonif 802/Wimane Mambe Jaya yang bermarkas di Kabupaten Sarmi, Provinsi Papua; serta Yonif 803/Nduka Adyatma Yuddha yang berada di Kabupaten Boven Digoel, Provinsi Papua Selatan. Selain itu, ada Yonif 804/Dharma Bhakti Asasta Yudha yang terletak di Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan, dan akhir sekali, Yonif 805/Ksatria Satya Waninggap yang berkantor di Sorong, Papua Barat Daya. Berdasarkan data yang tersedia, masing-masing batalyon memiliki kekuatan sebanyak 691 prajurit. Untuk Yonif 801, sebanyak 450 prajurit berasal dari Kodam III/Siliwangi, dan 150 prajurit berasal dari Kodam I/Bukit Barisan. Yonif 802 juga memiliki kekuatan yang sama, dengan 350 prajurit didatangkan dari Kodam Jaya, 150 dari Kodam II/Sriwijaya, dan 100 prajurit dari Kodam Iskandar Muda. Selanjutnya, Yonif 803 melibatkan 691 prajurit yang terdiri dari 230 prajurit dari Kodam V/Brawijaya, 25 dari Kodam VI/Mulawarman, 225 dari Kodam XIV/Hasanuddin, 100 dari Kodam XVII/Cenderawasih, dan 20 dari Kodam XVIII/Kasuari. Sementara itu, Yonif 804 diperkuat oleh 691 prajurit yang 400 di antaranya berasal dari Kodam IV/Diponegoro, 43 prajurit dari Kodam XII/Tanjungpura, dan 157 prajurit dari Kodam XIII/Merdeka. Terakhir, Yonif 805, juga dengan kekuatan 691 prajurit, mengandalkan 306 dari Kodam IX/Udayana dan 294 dari Kodam XVI/Pattimura. Dengan adanya pembentukan batalyon-batalyon ini, diharapkan dapat memperkuat upaya ketahanan pangan di Papua serta mendukung program-program pertanian yang sedang dijalankan. ANTARA