BORNEONEWS, Palangka Raya - Dengan langkah tegap 70 orang siswa setingkat SMA tampak berbaris gagah di halaman kantor Bupati Kotawaringin Barat (Kobar), Rabu (17/8/2016) . Mereka terbagi dalam tiga pasukan yang masing-masing beranggotakan 17, 8 dan 45 orang.
Berkostum putih-putih dan mengenakan kopiah hitam, mereka juga dikawal oleh anggota TNI dari Kompi Senapan B Batalion 631 Antang yang berseragam merah-putih.
Ratusan pasang mata hadirin yang terdiri dari jajaran SKPD dan masyarakat yang hadir di ditempat tersebut guna mengikuti upacara peringatan ke 71 detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, pasukan tersebut terlihat percaya diri.
Pasukan Pengibar Bendera atau yang dikenal dengan nama Paskibra ini selama dua minggu sudah mendapat bimbingan fisik dan mental secara intensif. Maklum para instruktur mereka merupakan anggota TNI/Polri dan purna paskibra yang telah mumpuni teknik baris berbarisnya.
Saat measuki lapangan upacara dan bendera Merah Putih diserahkan Bupati Kotawaringin Barat kepada seorang remaja putri anggota pasukan 8, derap kaki mereka terdengar melanjutkan perjalanan guna melaksanakan tugasnya mengibarkan bendera.
Beberapa menit kemudian, tibalah saat yang dinanti. Dihadapan tiang bendera tiga remaja putra yang bertugas sebagai pembentang, penggerek dan pengulur tali kereki bendera, dengan langkah tegap maju mendekati tiang. Kemudian remaja putri yang membawa bendera tadi menyerahkan bendera tersebut kepada para petugas.
Setelah segala sesuatunya dianggap siap, dengan serentak ketiga remaja putra tersebut di posisi masing-masing melakukan tugasnya. Ada yang menarik tali kerekan ada pula yang membentangkan bendera. Suara lantang pembentang bendera kemudian terdengar mengatakan "bendera siap !". Diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya, perlahan-lahan bendera naik ke puncak tiang.
Usai melaksanakan tugasnya mereka kemudian kembali berbaris dan keluar meninggalkan lapangan upacara, masih tetap dengan langkah tegap.
Bangga Atas Keberhasilan Melaksanakan Tugas
Usai melaksanakan tugasnya <Borneonews> berkesempatan mengajak tiga petugas penggerek dan seorang pembawa baki bendera berbincang sejenak. Ditingkahi permintaan foto bersama oleh teman dan keluarganya, mereka menceritakan perasaannya usai melaksanakan tugas.
Mereka rata-rata mengaku sedikit grogi dalam melaksanakan tugasnya, namun tetap percaya diri (pede). Seperti yang diungkapkan Nanda Alif Segara Pangestu siswa kelas 11 SMAN 1 Bun ini yang bertugas sebagai pembentang bendera ini mengaku lega tugasnya berhasil dengan baik.
"Rasanya campur aduk. Antara gugup, tegang dan bangga. Karena bendera tersebut harus dibentangkan dengan sempurna sebelum dinaikkan oleh penggerek bendera. Alhamdulilah semuanya berjalan lancar," ujarnya didampingi ibundanya Siti Rohani Dwi Pujianti yang terlihat bangga dengan anaknya.
Perasan serupa juga dirasakan oleh Sofyan Hakim siswa kelas 11 SMAN 2 Pangkalan Bun yang bertugas sebagai pengulur tali bendera. dari wajah anak pasangan Muhammad Nasrudin dan Sutini, warga BTN Griya rasa permai jalan H Moestalim ini nampak kelegaan yang sangat lantaran berhasil melaksanakan tugasnya.
"Perasan gugup dan was-was tentu saja ada. Jangan-jangan nanti bendera yang dibentangkan terlipat atau terbalik atau naiknya tidak sempurna. Tetapi syukurlah semua berjalan lancar," ujarnya sambil mengelap keringat yang metetes diwajahnya.
Meskipun merasakan hal yang sama dengan rekannya, namun Rahmad Firdaus siswa kelas 11 SMK Muhammadiyah Pangkalan Bun ini mengaku telah mempersiapkan mental sebelum dan selama melaksanakan tugasnya sebagai penggerek bendera.
"Khusus anggota pasukan inti yaitu pasukan 8 memang mendapatkan pelatihan ekstra dari instruktur," ujarnya dengan nada tegas pendek-pendek laksana anggota militer.
raut bahagia juga terlihat dari wajah sang pembawa baki bendera yaitu Vindi Dwijayanti. Sisiwi kelas 11 SMA 1 pangkalan Bun anak pasangan Kukuh Budianto dan Hotma Pasaribu ini mengatakan dengan latihan ekstra yang diberikan oleh instruktur, dirinya mengaku lebih pede saat naik keatas podium untuk menerima bendera dari Bupati Kobar.
"Tentunya kegugupan saat bertugas harus bisa diatasi. Jangan sampai ada kesalahan saat naik dan turun podiumketika mengambil bendera. Intinya saat ini saya merasa lega, lantaran sudah berhasil melaksanakan tugas dengan baik," ujarnya. (WAHYU KRIDA/m)








