**Borneonews - Kendari, Sulawesi Tenggara**, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) telah memulai pembangunan patung pahlawan Haluoleo, seorang tokoh yang sangat dikenal dari daerah tersebut, dengan nilai anggaran mencapai Rp1,6 miliar. Patung ini akan ditempatkan strategis di depan Bandar Udara Haluoleo yang terletak di Kabupaten Konawe Selatan.
La Ode Fasikin, Staf Ahli Gubernur Sulawesi Tenggara dalam bidang Hukum, Pemerintahan, dan Politik, menyatakan bahwa proyek ini dilaksanakan oleh Dinas Cipta Karya, Bina Konstruksi, dan Tata Ruang. Pembangunan patung ini merupakan bentuk penghormatan yang tulus kepada pahlawan asal Konawe dan Mekongga, khususnya kepada masyarakat Suku Tolaki yang telah berkontribusi banyak dalam sejarah daerah tersebut. Menariknya, nama Haluoleo juga diabadikan sebagai nama universitas negeri dan bandara di Sulawesi Tenggara.
Haluoleo, yang dilahirkan pada tahun 1976 di Desa Lameruru, Kabupaten Konawe, memiliki nama asli Lamuru Manurung. Ia adalah putra dari seorang pemuka agama dan politik, yaitu Raja Kolo, yang berasal dari Suku Saiwa di Desa Lamuru. Fasikin menambahkan bahwa Haluoleo merupakan sosok yang menginspirasi banyak orang di Sulawesi Tenggara karena keberaniannya dalam melawan penjajahan di tanah kelahirannya.
Dengan berani menentang penjajah Belanda, Haluoleo telah menjadi seorang pahlawan yang terus menginspirasi generasi berikutnya untuk tetap berjuang demi kemerdekaan. Hingga saat ini, nilai keberanian dan keteguhan Haluoleo masih dikenang dan dipelajari oleh masyarakat.
Ketua DPRD Provinsi Sultra, Abdurrahman Saleh, turut hadir dalam acara peletakan batu pertama pembangunan patung tersebut. Dalam sambutannya, ia menggarisbawahi pentingnya acara ini sebagai momen bersejarah bagi peradaban bangsa. Abdurrahman menekankan bahwa Haluoleo adalah sosok yang visioner dan memiliki cita-cita untuk memajukan daerahnya.
Ia menjelaskan bahwa ada pendapat yang menyebut Haluoleo memiliki kesamaan dengan lakilaponto dan bahwa banyak tokoh besar lainnya dalam sejarah yang seangkatan dengannya, termasuk Sultan Hasanuddin. Abdurrahman juga mengungkapkan pentingnya mengajarkan anak-anak tentang sosok Haluoleo, sebagai seorang pahlawan yang memperjuangkan kebenaran dan menegakkan nilai-nilai sosial serta adat istiadat yang sesuai dengan prinsip agama.
"Dari dasar pemikiran itu, kami berusaha untuk menciptakan pengenalan yang nyata dan objektif bahwa di setiap wilayah atau bandara, selalu ada penyebutan nama-nama pejuang yang berasal dari Sulawesi Tenggara," ujarnya menutup pernyataannya.
ANTARA
Pembangunan Patung Pahlawan Haluoleo di Kendari, Sultra
Bagikan:

KENDARI –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Ribuan Pesepak Bola Muda Perebutkan Piala Ketua DPD RI
Trae Young Targetkan Wizards Bersaing ke playoff NBA
Penipu Galang Dana Karhutla Raup Rp8 Juta Dibekuk
Pertamina Tambah Pasokan BBM dan Operasional SPBU
Bawa Tongkat Komando Berisi Belati ke DPRD Kalsel, Pria 47 Tahun Diamankan Polisi
TNI-Polri Kedepankan Pendekatan Dialogis dalam Mengamankan Dogiyai
Komentar (0)
Memuat komentar…







