**Borneonews - Jakarta**, Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) Jenderal Agus Subiyanto memberikan pernyataan mengenai kondisi lebih dari 1.000 prajurit TNI yang saat ini bertugas di Lebanon. Prajurit ini beroperasi dalam kerangka misi perdamaian yang diselenggarakan oleh Pasukan Perdamaian PBB yang dikenal dengan nama *United Nations Interim Force in Lebanon* (UNIFIL).
Kendati saat ini kawasan Lebanon sedang menghadapi ketegangan akibat serangan yang dilancarkan oleh militer Israel, yang telah meningkat sejak akhir bulan lalu, kondisi para prajurit TNI tetap dalam keadaan baik. Panglima TNI menegaskan bahwa pasukan yang bertugas di Lebanon terus melaksanakan tugas dengan normal. Ia menjelaskan, "Kami bersyukur prajurit-prajurit kita di Lebanon dalam keadaan yang baik."
Prajurit TNI di Lebanon tersebar di berbagai daerah dan terlibat dalam berbagai satuan di bawah UNIFIL. Beberapa di antaranya meliputi Maritime Task Force (MTF), Satuan Tugas Batalyon Mekanis TNI (INDOBATT), serta berbagai satuan pendukung lain seperti Force Headquarters Support Unit (FHQSU), Indo Force Protection Company (FPC), dan Civilian Military Coordination (CIMIC) TNI. Sebagian besar dari mereka beroperasi di darat, sementara MTF bertugas di perairan.
Dalam menghadapi situasi ketegangan, Satuan Tugas MTF TNI Kontingen Garuda XXVIII-O/UNIFIL telah melakukan latihan untuk menanggapi situasi darurat. Latihan yang berlangsung pada tanggal 10 September lalu ini mencakup simulasi evakuasi melalui jalur laut. Materi latihan juga mencakup aspek pertahanan pangkalan, pencegahan sabotase bawah air, serta prosedur embarkasi dan debarkasi.
Kepala Pusat Penerangan TNI, Mayor Jenderal TNI Hariyanto, mengungkapkan bahwa para prajurit siap untuk membantu evakuasi warga negara Indonesia yang berada di Lebanon jika diperlukan. Menurutnya, TNI telah mempersiapkan rencana kontingensi untuk menghadapi situasi darurat tersebut.
Meskipun demikian, rencana evakuasi ini harus mendapatkan persetujuan dari pimpinan UNIFIL, yakni Force Commander UNIFIL, yang saat ini dijabat oleh Letnan Jenderal Aroldo Azàro dari Angkatan Bersenjata Spanyol sejak tahun 2022. "Tentang evakuasi pengungsi di dekat perbatasan Israel, perlu ada izin dari Force Commander UNIFIL. Sementara itu, keputusan mengenai penarikan personel TNI masih menunggu keputusan dari pihak yang berwenang," tegas Kapuspen TNI.
ANTARA
Kondisi Prajurit TNI di Lebanon Baik, Siap Evakuasi WNI
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Kebobolan pada Menit Akhir, Persela Ditahan Imbang De Red FC 2-2
Erick Thohir Berikan Surat Dukungan kepada Presiden FIFA
Gol Pablo Comitre Gagalkan Kemenangan Bali United di Markas Persita
Amri/Nita Petik Pelajaran Berharga Setelah Terhenti di French Open
Pelatih Minta Persebaya Bermain Agresif saat Hadapi Madura United
Razia Narkoba, 32 Sopir Angkutan Batubara di Barito Timur Jalani Tes Urine
Komentar (0)
Memuat komentar…







