JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) DKI Jakarta menegaskan bahwa batik memiliki potensi ekonomi yang signifikan sebagai bagian dari warisan budaya Indonesia. Dalam kesempatan peringatan Hari Batik Nasional, Pelaksana harian Kepala Dinas PPKUKM DKI, Ety Syartika, menyampaikan bahwa batik bukan hanya memperkuat identitas budaya, melainkan juga merupakan salah satu produk unggulan yang dapat memberikan dampak ekonomi yang luas. Pembukaan Batik Nusantara Festival di Emporium Pluit, Jakarta Utara, menjadi momen penting untuk mengungkapkan nilai strategis batik di tanah air. Ety menjelaskan bahwa keragaman corak dan motif yang dimiliki batik menambah nilai tersendiri sebagai warisan budaya yang tak ternilai. Dia juga menekankan bahwa batik telah berfungsi sebagai jendela untuk memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada dunia internasional. Untuk mendukung perkembangan industri batik, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas PPKUKM telah meluncurkan Batik Betawi Hub yang tersebar di lima wilayah kota. Sejak berdiri pada tahun 2022, Batik Betawi Hub bertujuan untuk memberikan pelatihan dan pendampingan kepada perajin batik Betawi, sehingga dapat mendorong pertumbuhan industri batik di Jakarta. Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) DPD DKI Jakarta, Mualim Wijoyo, menyatakan bahwa batik menjadi prioritas dalam pengembangan perekonomian lokal. Hal ini disebabkan harga produk yang terjangkau, serta potensi profit yang menarik bagi para pelaku usaha. Dia menambahkan bahwa saat ini batik telah banyak diterapkan di berbagai sektor, seperti fesyen, aksesoris, perabotan, perlengkapan rumah tangga, serta dekorasi interior dan eksterior. Ellen Hidayat, CEO Emporium Pluit Mall, mengungkapkan kebanggaannya menjadi tuan rumah Batik Nusantara Festival. Ia berharap kegiatan ini dapat berfungsi sebagai wadah untuk mendukung industri kreatif lokal sekaligus mendidik masyarakat tentang warisan budaya Indonesia. Peringatan Hari Batik Nasional tahun 2024 dirayakan melalui kolaborasi APPBI DPD DKI Jakarta dan Emporium Pluit Mall, dengan serangkaian kegiatan bertajuk "Batik Nusantara Festival" yang akan berlangsung dari 27 September hingga 6 Oktober 2024. Berbagai acara menarik akan diadakan, termasuk pameran busana batik, lomba fesyen batik yang melibatkan 20 pusat perbelanjaan di DKI Jakarta, serta lokakarya kreatif seperti bermain angklung, mencanting batik, mewarnai gerabah dan talenan, merangkai wayang, serta menganyam rotan. Kegiatan tersebut juga akan memberikan edukasi tentang kerajinan tradisional kepada anak-anak yang berkunjung. Menurut data dari Badan Pusat Statistik, nilai ekonomi batik secara nasional sangat besar, dengan ekspor batik Indonesia pada tahun 2023 mencapai 17,5 juta dolar AS, atau setara dengan sekitar Rp283 miliar (dengan kurs Rp16.226 per dolar AS). ANTARA