**Borneonews - Banyuwangi**, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi yang terletak di Jawa Timur baru saja memperoleh predikat AA dalam Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah atau *SAKIP* dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. Penghargaan ini merupakan pengakuan atas pencapaian kinerja yang baik dalam pengelolaan pemerintahan.
Penyerahan penghargaan tersebut dilakukan oleh Menteri PAN-RB, Abdullah Azwar Anas, kepada Penjabat Sekretaris Daerah Banyuwangi, Guntur Priambodo, dalam acara SAKIP Award 2024 yang berlangsung di Jakarta. Menteri Azwar Anas menyatakan bahwa *SAKIP* berfungsi sebagai alat untuk mengukur seberapa baik instansi pemerintah dalam mengintegrasikan layanan, pekerjaan, dan kinerja ke dalam satu kesatuan yang harmonis.
Ia juga menekankan pentingnya bagi birokrasi untuk tidak hanya melihat dari sisi besarnya anggaran yang digunakan, melainkan lebih jauh lagi, yaitu bagaimana dampak nyata dari program-program yang telah dilaksanakan. Hal ini untuk memastikan bahwa semua kebijakan dan tindakan yang diambil oleh pemerintah benar-benar memenuhi kebutuhan masyarakat.
Lebih lanjut, Azwar Anas menyoroti sejumlah aspek penting yang perlu terus ditingkatkan dalam kinerja birokrasi, antara lain adalah penurunan angka kemiskinan, belanja produk dalam negeri melalui *e-katalog*, penanganan inflasi, dan pencapaian digitalisasi.
Setelah selama tujuh tahun berturut-turut mendapatkan nilai A sejak 2017, Banyuwangi berhasil mencapai prestasi yang lebih tinggi dengan meraih predikat AA dalam *SAKIP* tahun ini. Hal ini merupakan pencapaian yang sangat signifikan.
Deputi Bidang Reformasi Birokrasi Akuntabilitas Aparatur dan Pengawasan Kementerian PAN-RB, Erwan Agus Purwanto, menyampaikan bahwa keberhasilan Banyuwangi meraih predikat AA disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya adalah pemanfaatan data yang selalu diperbarui dan akurat. Selain itu, penggunaan teknologi digital dalam pengolahan data kinerja juga berkontribusi pada efektivitas program pembangunan.
Banyuwangi telah mencatat prestasi yang mengesankan dalam berbagai indikator makro pembangunan, seperti penurunan angka kemiskinan, penanganan masalah stunting, pengendalian inflasi, serta peningkatan investasi. Semua indikator ini berhasil mencapai rata-rata yang lebih baik dibandingkan dengan angka nasional.
Kabupaten Banyuwangi sendiri sudah lama diakui sebagai *best practice* dalam penerapan *SAKIP* di tingkat nasional. Kami berharap peningkatan nilai ini bisa menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk berupaya mencapai kinerja yang lebih baik, ungkap Erwan Agus Purwanto.
Di sisi lain, Guntur Priambodo, Pj Sekda Banyuwangi, menyatakan rasa syukur atas pencapaian ini. Ia mengingatkan bahwa setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) harus fokus pada kinerja yang memberikan *outcome* positif bagi masyarakat, bukannya sekadar menjalankan tugas tanpa arah.
Penghargaan ini, menurut Guntur, akan menjadi dorongan bagi seluruh jajaran pemkab untuk melakukan inovasi dan terobosan dalam reformasi birokrasi sehingga dampaknya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat yang merupakan tujuan utama dari setiap kebijakan publik.
*SAKIP* merupakan sistem komprehensif yang mengintegrasikan perencanaan, penganggaran, hingga pelaporan dalam pemerintah. Dalam sistem ini terdapat berbagai fokus pelaporan dan evaluasi, termasuk laporan anggaran, kinerja *output* program pembangunan, kinerja *outcome* program, serta pencapaian sasaran.
ANTARA
Banyuwangi Raih Predikat AA dalam SAKIP 2024, Pengakuan Kinerja Baik
Bagikan:

SURABAYA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Distribusi Masih Jadi Hambatan, Industri Komik Indonesia Dinilai Punya Potensi Besar
Iran Ancam Gunakan Taktik Baru jika AS Kembali Lancarkan Serangan
OJK Kalteng Tekankan Manfaat Nyata Inklusi Keuangan bagi Kesejahteraan Masyarakat
Dokter Jadi Tersangka Dugaan Pencabulan terhadap Anak Kandung Berusia 4 Tahun
Dampak Karhutla bagi Kesehatan Bukan Hanya Gangguan Pernapasan
Karhutla Ancam Habitat Orangutan di Kalteng, Patroli dan Evakuasi Satwa Diperkuat
Komentar (0)
Memuat komentar…







