SEMARANG –
**Borneonews - Solo**, KAI Daop 6 Yogyakarta telah menyelenggarakan pameran batik di Stasiun Solo Balapan yang melibatkan partisipasi dari Rotary Club Solo Kartini. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari upaya untuk melestarikan seni batik yang merupakan warisan budaya yang sangat berharga bagi bangsa Indonesia. Menurut Bambang Respationo selaku Executive Vice President (EVP) Daop 6 Yogyakarta, pameran ini juga dimaksudkan untuk memperingati Hari Batik Nasional. Ia menegaskan bahwa acara ini adalah bentuk apresiasi terhadap batik, yang tidak hanya sekadar kain, tetapi juga merupakan identitas dan kebanggaan bangsa yang telah diakui oleh UNESCO sebagai salah satu warisan budaya dunia. Pameran yang diselenggarakan di Solo, kota yang dikenal sebagai pusat budaya batik, diharapkan bisa semakin menegaskan posisi Solo sebagai kota yang kaya akan budaya ini. Tahun ini, Solo memiliki dua kawasan yang dikenal sebagai kampung batik, yaitu Kampung Batik Kauman dan Kampung Batik Laweyan. Kedua kawasan ini menjadi simbol kekayaan serta keragaman motif batik yang ada di daerah tersebut. Bambang berharap bahwa kegiatan ini dapat menarik lebih banyak wisatawan untuk berkunjung ke Solo, sehingga turut meningkatkan sektor pariwisata lokal. Pada pameran ini, pengunjung tidak hanya dapat melihat berbagai jenis kain batik, tetapi juga menyaksikan langsung proses pembuatan batik melalui demonstrasi yang dihadirkan oleh para pengrajin batik. "Di sini, para penumpang KAI berkesempatan untuk belajar tentang proses pembuatan batik secara langsung, sehingga mereka dapat memahami lebih dalam tentang kekayaan budaya batik yang terdapat di Solo, termasuk berbagai motif khas yang ada," ungkapnya. Acara ini juga bertujuan untuk memberikan hiburan bagi para pelanggan KAI, baik mereka yang menunggu kedatangan kereta maupun yang baru tiba dari perjalanan. Pameran ini diharapkan menjadi sarana edukasi yang menyenangkan dan informatif tentang seni batik, sehingga dapat menambah wawasan dan rasa cinta terhadap salah satu kekayaan budaya Indonesia. ANTARA