DENPASAR –
**Borneonews - Gianyar, Bali**, Satuan Reserse Kriminal dari Kepolisian Resor Gianyar, Bali, sedang menyelidiki kemungkinan adanya unsur kelalaian dalam kasus insiden tragis yang melibatkan gajah yang menyeruduk seorang pegawai di Bali Safari and Marine Park. Peristiwa yang menyebabkan kematian pegawai bernama Komang Resi Yasa (27) ini telah menarik perhatian aparat penegak hukum untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Kepala Kepolisian Resor Gianyar, AKBP Umar, dalam penjelasannya di Denpasar, pada hari Rabu, menyatakan bahwa penyidik saat ini tengah mengumpulkan keterangan dari para saksi ahli. Keterangan tersebut penting untuk menentukan apakah terdapat tindak pidana dalam insiden yang menewaskan pegawai tersebut. Umar menjelaskan bahwa penyidik telah memanggil saksi ahli dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali. Mereka diharapkan dapat memberikan penjelasan mengenai perilaku gajah yang mengamuk dan menyerang petugas. “Kami ingin mengetahui penyebab di balik serangan gajah ini. Mengingat gajah adalah satwa liar, hal ini menjadi wewenang pihak BKSDA,” ungkap Umar saat membahas aspek pemeriksaan yang dilakukan oleh BKSDA. Selain para ahli, penyidik juga telah memanggil saksi-saksi lain yang melibatkan keluarga korban, karyawan, serta manajemen dari Bali Safari and Marine Park. Menurut Umar, pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap keluarga korban dan menyampaikan informasi mengenai insiden tersebut. Namun, sampai saat ini belum ada respons dari keluarga terkait kejadian yang menimpa mereka. Insiden tersebut terjadi pada hari Selasa, 17 September, sekitar pukul 09.00 Wita. Saat itu, korban sedang melakukan aktivitas penggembalaan bersama kedua rekannya, Suwoko dan Gilang Ramadhon, terhadap seekor gajah bernama Gandi. Suwoko menyebutkan bahwa saat itu ia dalam keadaan menunggangi gajah, sedangkan kedua rekannya berada dalam jarak sekitar 10 meter. Dalam penjelasannya, Suwoko menyatakan bahwa gajah Gandi biasanya tampak tenang dan sedang makan. Namun, pada saat kejadian, gajah tersebut menunjukkan sikap yang berbeda dan tampak lebih agresif, sambil mengawasi ke arah korban. Suwoko berusaha untuk mengendalikan gajah dan menginstruksikan korban untuk menjauh. Namun, ketika berusaha melarikan diri, kaki korban terhalang oleh rerumputan dan dia terjatuh, sehingga menjadi korban seruduk gajah tersebut berkali-kali. Akibat dari insiden tersebut, korban mengalami luka serius pada bagian paha, bahu, dan dada sebelah kiri. Di sisi lain, manajemen Bali Safari and Marine Park menyampaikan rasa duka yang mendalam atas kehilangan ini. Mereka menekankan bahwa Taman Safari Indonesia sebagai lembaga konservasi satwa liar memiliki komitmen untuk memberikan dukungan penuh kepada keluarga korban selama masa berduka ini. "Dari pihak manajemen, kami mengucapkan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga almarhum serta seluruh pihak yang mengenal korban. Taman Safari Bali siap memberikan dukungan kepada keluarga yang ditinggalkan," ungkap manajemen dalam pernyataan resmi mereka. ANTARA