PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kotawaringin Barat kembali memperkuat armada peralatannya dengan penambahan empat unit alat berat baru.

Penambahan ini disyukuri melalui acara Syukuran dan Tompung Tawar yang digelar di UPT Workshop Peralatan Konstruksi dan UPT Laboratorium Bahan Konstruksi pada Rabu, 2 Oktober 2024.

Kepala Dinas PUPR Kobar, Hasyim Muallim, dalam sambutannya menyampaikan bahwa penambahan alat berat ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi dalam proyek-proyek pembangunan infrastruktur di daerah.

"Dengan adanya tambahan empat unit alat berat, total alat berat yang dimiliki UPT Workshop mencapai 28 unit. Ini merupakan investasi penting untuk mendukung pembangunan yang lebih cepat dan tepat waktu," ujarnya.

Hasyim menjelaskan alat berat ini sangat dibutuhkan dalam berbagai proyek infrastruktur yang sedang dan akan dikerjakan oleh Dinas PUPR.

"Alat berat seperti Excavator PC200 Komatsu, Baby Roller Sakai HV80ST, Excavator Hitachi ZX210F-5G Bucket, dan Bulldozer Caterpillar D1 LGP akan sangat membantu dalam mempercepat proses pembangunan," tambahnya.

Dalam acara syukuran tersebut, juga dijelaskan bahwa dari total 28 unit alat berat yang dimiliki UPT Workshop, 18 unit di antaranya masih beroperasi dengan baik, sementara 5 unit lainnya digunakan untuk kegiatan penunjang.

"Selain itu, kami juga mengajukan penghapusan 5 unit alat berat yang sudah tidak layak pakai," terang Hasyim.

UPT Workshop dan Peralatan Konstruksi berperan penting dalam mendukung kegiatan-kegiatan konstruksi di Kabupaten Kotawaringin Barat.

"Dengan tambahan alat berat ini, kami optimis pekerjaan infrastruktur dapat berjalan lebih efisien dan tepat waktu, memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat," kata Hasyim.

Selain alat berat, Hasyim juga menyoroti pentingnya peran UPT Laboratorium Bahan Konstruksi dalam menjaga kualitas pembangunan.

"Laboratorium ini memastikan mutu pekerjaan konstruksi dengan quality control yang baik. Kami sedang dalam proses memperoleh akreditasi SNI ISO/IEC 17025:2017, yang diharapkan selesai pada akhir tahun 2024 dan terakreditasi pada 2025," ungkapnya.

Jumlah inventaris alat laboratorium yang dimiliki UPT Laboratorium Bahan Konstruksi saat ini mencapai 47 unit, dengan 38 unit dalam kondisi baik dan 9 unit rusak.

"Akreditasi ini akan menjadikan laboratorium kami yang pertama terakreditasi di Kalimantan Tengah," tuturnya.

--page

Hasyim juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam pengadaan alat berat dan proses akreditasi laboratorium ini.

"Semua ini tidak akan terlaksana tanpa kerja sama yang baik mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan," katanya.

Acara syukuran diakhiri dengan doa bersama agar semua alat berat dan laboratorium yang baru ini dapat memberikan manfaat besar bagi pembangunan infrastruktur di Kotawaringin Barat.

"Semoga alat-alat ini menjadi berkah bagi kita semua dan membantu kita dalam menjalankan amanah pembangunan yang telah dipercayakan," pungkasnya. (DANANG/R)