**Borneonews - Pangkalpinang**, Pemerintah Kota Pangkalpinang yang terletak di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, telah meluncurkan inisiatif baru untuk menangani masalah stunting di wilayah tersebut. Salah satu strategi yang diambil adalah dengan meningkatkan partisipasi orang tua asuh, yang diharapkan dapat menjadi terobosan dalam menanggulangi kondisi ini.
Penjabat Wali Kota Pangkalpinang, Budi Utama, mengungkapkan bahwa program yang dinamakan *merdeka stunting* merupakan langkah konkret dalam menangani isu kesehatan anak melalui kerjasama dengan berbagai instansi. Program ini merupakan upaya kolaboratif untuk mempercepat penanganan stunting, ujarnya saat memberikan keterangan di Pangkalpinang.
Melalui program ini, Pemerintah Kota melibatkan sejumlah pihak untuk berkontribusi merangkul masyarakat, khususnya dalam memberikan bantuan kepada anak-anak yang mengalami stunting. Budi memberikan penghargaan kepada Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Pangkalpinang yang berkomitmen menjadi orang tua asuh untuk anak-anak yang terpengaruh oleh stunting.
Dia menegaskan betapa pentingnya partisipasi dari berbagai pihak. Selama ini, BPS telah aktif berperan dalam penanganan masalah stunting dan diharapkan lebih banyak lagi instansi serta individu yang berpartisipasi untuk menciptakan generasi yang sehat dan bebas dari stunting.
Kepala BPS Kota Pangkalpinang, Dewi Savitri, menegaskan bahwa pihaknya siap menjadi orang tua asuh bagi anak-anak dengan masalah berat dan tinggi badan yang tidak ideal. Sebagai bagian dari dukungannya, BPS berencana memberikan sumbangan sebanyak 1.250 butir telur puyuh mulai bulan Oktober hingga Desember 2024.
Penyaluran telur puyuh ini bukan hanya bertujuan untuk membantu anak-anak stunting, tetapi juga untuk mendukung para peternak burung puyuh dengan memfasilitasi penjualan hasil panen mereka. Kami berkomitmen untuk berkontribusi dalam menurunkan angka stunting dan memberikan bantuan berupa telur ayam ras untuk keluarga yang membutuhkan, katanya.
Gerakan orang tua asuh sebagai bentuk penanganan stunting ini akan berlangsung dari Oktober hingga Desember 2024. Dalam program ini, Pemerintah Kota Pangkalpinang bekerja sama dengan sejumlah instansi, termasuk BPS, serta pejabat dari organisasi perangkat daerah.
Bantuan yang akan diberikan terdiri dari berbagai jenis makanan bergizi, seperti telur ayam dan susu, yang akan disalurkan secara rutin kepada anak-anak yang mengalami stunting. Sumbangan tersebut akan disalurkan melalui 117 posyandu yang ada di Pangkalpinang, guna memastikan bahwa bantuan memiliki dampak yang tepat sasaran.
ANTARA
Pemerintah Pangkalpinang Luncurkan Program Orang Tua Asuh Atasi Stunting
Bagikan:

BANGKA BELITUNG –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Indeks Kualitas Udara Palangka Raya Capai 1.506, Masuk Kategori Berbahaya
Penyelundupan 65 Cartridge Diduga Etomidate di Rutan Salemba Digagalkan
NU Kalteng Ingatkan Penyampaian Aspirasi Harus Santun dan Jaga Persatuan
LDII Kalteng Tekankan Gotong Royong untuk Penanganan Karhutla
Agustiar Sabran Ajak Tokoh Lintas Agama Perkuat Persatuan Hadapi Karhutla
Bupati Kobar Bermalam di TNTP, Tinjau Pemadaman Karhutla dan Kebutuhan Relawan
Komentar (0)
Memuat komentar…







