SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Sebanyak 2 desa di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menjadi pilot project penerapan integrasi aplikasi Siskeudes dengan Cash Management System (CMS) Corporate, yaitu Desa Eka Bahurui dan Desa Bagendang Hilir.

Program ini merupakan bagian dari kerjasama antara Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kotim dengan PT Bank Kalteng untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan desa.

"Langkah ini merupakan inisiatif strategis yang bertujuan untuk memperbaiki tata kelola pemerintahan desa. Dengan adanya integrasi antara Siskeudes dan CMS Corporate, pengelolaan keuangan diharapkan lebih efisien, mengurangi transaksi tunai, dan mempermudah proses pelaporan, kat Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kotim Raihansyah, Rabu, 2 Oktober 2024.

Desa Eka Bahurui dan Desa Bagendang Hilir sebagai model awal penerapan integrasi aplikasi ini akan melakukan semua transaksi keuangan desa secara digital. Sehingga mempercepat proses administrasi dan meminimalkan risiko penyelewengan. Ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain di Kotim dan Kalimantan Tengah.

Program ini juga mendapat dukungan dari Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kotim. Kolaborasi antara DPMD Kotim dan PT Bank Kalteng diharapkan tidak hanya akan memperbaiki tata kelola keuangan desa, tetapi juga mendukung upaya mewujudkan desa yang lebih maju dan mandiri secara ekonomi.

Keunggulan aplikasi Siskeudes yang terintegrasi dengan CMS Corporate adalah kemampuannya dalam melakukan transaksi secara real-time dan digital, mengurangi penggunaan uang tunai, serta meningkatkan keamanan dalam pengelolaan dana desa.

--page

Diharapkan integrasi ini tidak hanya akan bermanfaat bagi dua desa tersebut, tetapi juga memberikan dampak positif bagi seluruh desa di Kalimantan Tengah.

Pemerintah daerah berharap sistem ini dapat diadopsi oleh provinsi lain di Indonesia sebagai upaya bersama dalam meningkatkan tata kelola keuangan desa secara nasional. (DEWI PATMALASARI/R)