BORNEONEWS, Palangka Raya - Sejenak ratusan narapidana melepas rasa penat. Perasaan gundah gulana pun seakan hilang dan berubah menjadi tawa terbahak-bahak. Tak hanya kaum lelaki, narapidana perempuan juga terlihat bahagia. Termasuk pula para petugas yang menjaga mereka.
Inilah salah satu gambaran betapa bahagianya mereka ketika lomba panjat pinang menyambut HUT RI ke-71 berlangsung di halaman dalam Rumah Tahanan Kelas II A Palangka Raya, Rabu (17/8/2016).
Napi yang berjumlah 504 itu berkumpul memenuhi lapangan. Semuanya mudah diatur. Demikian halnya dengan peserta panjat pinang dengan berjumlah delapan tim terdiri dari empat orang. Peserta membuka baju dan tentu saja terlihat sebagian tubuh kekarnya lalu ada pula yang bertato.
Sesaat terlihat sangar. Namun hari itu mereka semuanya cukup bersahabat bahkan tak henti-henti tertawa. "Panjat pinang ini hanya sebuah hiburan. Jangan dinodai dengan hal-hal yang tidak diinginkan," kata Tunggul Buwono dengan pengeras suara sebelum dimulainya panjat pinang itu.
Menurut Tunggul, lomba panjat pinang itu digelar atas permintaan narapidana. Ini sekaligus sebagai hadiah karena 504 napi sebelumnya memecahkan dua rekor MURI yakni menyanyikan lagu wajib Hari Merdeka dan lomba terompah terbanyak yang diikuti seluruh warga binaan Pemasyarakatan Lapas - Rutan Se-Indonesia.
"Ini juga sebagai hadiah. Apa yang mereka sampaikan untuk hiburan panjat pinang untuk hiburan kita setujui. Kemudian Kamis nanti juga akan kita adakan organ tunggal untuk warga binaan," ungkapnya.
Dia menambahkan, mengumpulkan 504 napi lalu dipadukan suaranya dalam lomba Hari Merdeka tidaklah semudah membalik telapak tangan.
"Alhamdulillah semua kondusif. Dan semua proaktif. Apa yang kita programnya alhamdulillah diterima dengan baik," tuntasnya. (BUDI YULIANTO/m)








