BANJARMASIN –
**Borneonews - Banjarmasin**, Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalimantan Selatan (Disbunnak Kalsel) bersama dengan pengurus Persatuan Insan Perunggasan Rakyat (PINSAR) setempat melaksanakan sebuah pertemuan yang bertujuan untuk mencari solusi atas berbagai masalah dan tantangan yang dihadapi oleh industri perunggasan, baik di tingkat lokal maupun nasional. Kepala Disbunnak Provinsi Kalsel, Suparmi, mengemukakan bahwa pertemuan ini diselenggarakan untuk mengidentifikasi permasalahan yang ada serta merumuskan langkah-langkah solusi terhadap tantangan yang tengah dialami oleh industri perunggasan. Saat ini, kondisi yang ada belum sepenuhnya mendukung perkembangan sektor ini. Suparmi menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi antara pihak pemerintah, pelaku usaha, serta pemangku kebijakan lainnya. Kerja sama tersebut sangat diperlukan untuk menyusun langkah-langkah strategis dalam rangka memperbaiki dan mengoptimalkan keadaan industri perunggasan di Kalimantan Selatan. “Langkah-langkah strategis yang lebih efektif akan segera diimplementasikan untuk mendukung stabilitas usaha, mengatasi kendala distribusi, dan menjaga harga di pasar agar tetap stabil,” tutur Suparmi dengan tegas. Pada kesempatan tersebut juga diadakan kegiatan jualan yang melibatkan semua pelaku usaha perunggasan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan daya saing dan memperkuat stabilitas usaha dalam industri tersebut di Kalimantan Selatan. PINSAR Kalimantan Selatan berharap bahwa dengan adanya diskusi yang komprehensif dan dukungan dari Disbunnak, kondisi industri perunggasan akan segera membaik dan kembali dalam keadaan yang kondusif. Pertemuan ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, yang memberikan peluang untuk meningkatkan sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha. Dengan demikian, diharapkan dapat dihasilkan solusi konkret yang bermanfaat bagi kelangsungan industri perunggasan di wilayah Kalimantan Selatan. ANTARA