BANJARMASIN –
**Borneonews - Banjarmasin**, Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan (Dinkes Kalsel) baru-baru ini melaksanakan pembekalan tugas khusus bagi tenaga kesehatan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan kepada masyarakat. Pelaksana tugas Kepala Dinkes Provinsi Kalsel, Nurul Ahdani, menyatakan bahwa para tenaga kesehatan memerlukan peningkatan dalam aspek pengetahuan dan keterampilan terkait tugas khusus yang diemban. Ini penting agar mereka dapat memberikan layanan kesehatan yang lebih baik dan efektif kepada masyarakat. Dalam penjelasannya, Nurul menyampaikan bahwa tugas khusus tersebut berfokus pada peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan kapasitas tenaga kesehatan. Tujuannya adalah agar mereka dapat memberikan kontribusi maksimal kepada masyarakat di Provinsi Kalimantan Selatan. "Kami mengharapkan agar para peserta dari kalangan tenaga kesehatan mampu berkontribusi optimal kepada masyarakat, bangsa, dan negara," ujar Nurul. Lebih lanjut, Nurul menjelaskan bahwa program penugasan khusus untuk tenaga kesehatan ini merupakan langkah strategis dalam memanfaatkan sumber daya kesehatan secara efektif. Penugasan ini akan dilaksanakan selama kurun waktu tertentu untuk memberikan layanan kesehatan di berbagai fasilitas kesehatan, termasuk puskesmas yang berada di daerah perkotaan, pedesaan, terpencil, hingga yang sangat terpencil. Ia juga mengungkapkan bahwa keberhasilan pembangunan kesehatan sangat bergantung pada ketersediaan sarana dan prasarana yang memadai di fasilitas pelayanan kesehatan. Di samping itu, pemenuhan sumber daya manusia (SDM) di sektor kesehatan, yang mencakup jenis, jumlah, dan kualifikasi, juga harus sesuai dan merata di semua fasilitas kesehatan. Nurul menjelaskan bahwa SDM kesehatan berkontribusi sebesar 80 persen terhadap keberhasilan pembangunan kesehatan secara keseluruhan. Oleh karena itu, ketersediaan SDM yang kompeten dan tersebar secara adil sangat penting untuk mencapai indikator kesehatan yang ditargetkan dalam program penugasan khusus ke depan. "Petugas kesehatan diharapkan dapat melaksanakan program ini secara berkolaborasi dan terintegrasi untuk memberikan pelayanan kesehatan yang optimal," tutup Nurul. Kegiatan pembekalan ini melibatkan 122 tenaga kesehatan dari 13 kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Selatan. Peserta terdiri dari 54 bidan, 11 orang promosi kesehatan, 10 perawat, empat ahli gizi, lima dokter umum, tiga dokter gigi, 12 ahli teknologi laboratorium medis (ATLM), sembilan petugas kesehatan keliling, 12 apoteker, dan dua tenaga teknis media (TTK). ANTARA